Gagasankalbar.com — Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) Kalimantan Barat melakukan kunjungan ke Makam Juang Mandor. Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi bagi mahasiswa untuk mengenang jasa para pejuang sekaligus memahami sejarah perjuangan dan tragedi kemanusiaan yang terjadi di Kalimantan Barat.
Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa juga mengenal salah satu bagian penting dari kawasan Makam Juang Mandor, yakni Jalan Kematian. Nama tersebut bukan tanpa alasan. Jalan ini menjadi salah satu lokasi yang memiliki kisah kelam dalam sejarah Mandor, karena di kawasan tersebut ditemukan tulang-belulang yang diyakini berkaitan dengan para korban tragedi yang terjadi pada masa pendudukan Jepang di Kalimantan Barat pada 1942.

Jalan Kematian menjadi saksi bisu atas penderitaan dan hilangnya ribuan nyawa pada masa tersebut. Keberadaannya mengingatkan generasi sekarang bahwa kemerdekaan Indonesia tidak lahir begitu saja, melainkan memiliki sejarah panjang yang dipenuhi perjuangan dan pengorbanan.
Makam Juang Mandor sendiri menjadi salah satu situs bersejarah yang penting bagi masyarakat Kalimantan Barat. Di kawasan tersebut terdapat makam para tokoh dan sultan serta ribuan korban yang gugur dalam tragedi Mandor.
Bagi IMABA Kalbar, kunjungan tersebut bukan sekadar kegiatan ziarah, tetapi juga menjadi sarana belajar sejarah secara langsung. Mahasiswa diajak untuk melihat dan merasakan bagaimana sebuah tempat menyimpan jejak perjuangan sekaligus tragedi yang tidak boleh dilupakan.
Momentum Hari Kemerdekaan pun dimaknai sebagai kesempatan untuk menghormati para pendahulu yang telah berkorban serta mendorong generasi muda agar terus menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan karya dan kontribusi positif.
“Kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi juga untuk dikenang, dipahami, dan dijaga. Dari Makam Juang Mandor, kita belajar bahwa setiap jengkal kemerdekaan memiliki sejarah dan pengorbanan.”
Kunjungan IMABA Kalbar ke Makam Juang Mandor diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran sejarah di kalangan mahasiswa sekaligus memperkuat rasa nasionalisme dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

















Komentar ditutup.