Kader Muhammadiyah Siap Songsong Civil Society 5.0 2050 - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Healthy Lifestyle: Momentum Emas bagi Produk Pertanian Lokal Tahun Baru Islam dan Kalimantan Barat: Merawat Harmoni di Tengah Arus Zaman Kapuas Hulu di Persimpangan Zaman: Menjaga Hutan, Membangun Kesejahteraan Idul Adha dan Ekonomi Kalimantan Barat: Menjaga Solidaritas di Tengah Tekanan Daya Beli Pemkab Kubu Raya Resmi Luncurkan Perumda Aneka Usaha “Menanjak Bahagia”, Bupati Sujiwo Apresiasi Kinerja Direksi Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia Luncurkan Core Business dan Expo UMKM, Dorong Kebangkitan Ekonomi Kubu Raya

Nasional

Kader Muhammadiyah Siap Songsong Civil Society 5.0 2050

badge-check


Kader Muhammadiyah Siap Songsong Civil Society 5.0 2050 Perbesar

Gagasankalbar.com – Kader Muhammadiyah dinilai siap menyongsong terbentuknya civil society 5.0 2050. Kesiapan ini ditegaskan oleh Dr. Nurhadianto, Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Bidang Pendidikan dan Kaderisasi, dalam kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang berlangsung pada 24–26 Oktober 2025 di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Rakornas tersebut dihadiri oleh 35 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah se-Indonesia serta perwakilan organisasi otonom tingkat pusat. Agenda ini menjadi wadah konsolidasi nasional untuk memperkuat strategi kaderisasi dan pengembangan sumber daya insani Muhammadiyah di era modern.

Dalam pernyataannya, Dr. Nurhadianto menegaskan bahwa kesiapan kader Muhammadiyah menghadapi masyarakat madani masa depan merupakan hasil dari pembinaan yang berkesinambungan. Proses tersebut membentuk kader dengan sifat, karakter, dan kepribadian yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan.

> “Kader Muhammadiyah memiliki watak yang tangguh, cerdas, dan berintegritas. Nilai-nilai Islam berkemajuan yang ditanamkan sejak dini menjadi bekal utama untuk menyongsong *civil society* 2050,” ujar Dr. Nurhadianto.

Ia juga menyoroti pentingnya kemampuan kader dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan arus informasi global. Menurutnya, kemajuan digital harus diimbangi dengan kekuatan moral dan etika Islam agar kemajuan tidak kehilangan arah kemanusiaan.

“Pemuda Muhammadiyah harus siap menjadi pelaku utama transformasi digital, namun tetap berpegang pada prinsip keadilan, kejujuran, dan nilai-nilai kemaslahatan,” tambahnya.

Rakornas kali ini menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat sistem kaderisasi berbasis digital, memperluas literasi teknologi di kalangan kader muda, serta meneguhkan kembali peran Muhammadiyah dalam membangun masyarakat berperadaban tinggi di masa depan.

Dr. Nurhadianto menutup dengan optimisme bahwa kader Muhammadiyah akan menjadi kekuatan moral dan intelektual dalam mewujudkan masyarakat madani 2050.

“Civil society 5.0 2050 bukan hanya masyarakat maju secara teknologi, tetapi juga masyarakat yang beradab, terbuka, dan berorientasi pada nilai-nilai ketuhanan. Di situlah peran strategis kader Muhammadiyah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskusi di UGM Ricuh, Mahasiswa Geruduk Acara dan Hadang Kendaraan Pejabat

16 Juni 2026 - 12:04 WIB

Dekan Fakultas Hukum UM Pontianak Raih Predikat Wisudawan Terbaik PDIH UNISSULA

15 Juni 2026 - 13:40 WIB

Bigetron Melaju ke Grand Final MPL ID Season 17, Tumbangkan Geek Fam 4-1 dan Amankan Tiket MSC 2026

13 Juni 2026 - 10:41 WIB

Gugatan Polri di Bawah Kementerian Dicabut, Pemohon Percaya Tim Reformasi Polri

4 Juni 2026 - 08:39 WIB

Tokoh Muda dan Pengusaha Bahas Masa Depan HIPMI di Surabaya

21 Mei 2026 - 22:41 WIB

Trending di Nasional