Ari Lasso Soroti Dugaan Kecerobohan WAMI dalam Pengelolaan Royalti Musik - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
IMABA Gelar Nobar dan Diskusi Film Dokumenter Pesta Babi, Bangun Ruang Refleksi Kemanusiaan dan Keadilan Sosial PDNA Kubu Raya Jalin Kerja Sama dengan Dinkes untuk Cegah Stunting dan Anemia Remaja Putri Kepala Desa Kepayang Apresiasi Kegiatan Kemah Bakti Mahasiswa FKIP UM Pontianak Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Sungai Kapuas pada Hari Ketiga Pencarian Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Tegaskan Dukungan untuk Polri Peringatan Milad ke-29 STAI AL-HAUDL Ketapang: Semarak Lomba & Kebersamaan Tutup Rangkaian Acara

Sorotan Nasional

Ari Lasso Soroti Dugaan Kecerobohan WAMI dalam Pengelolaan Royalti Musik

badge-check


					Sumber foto : Instagram Ari Lasso Perbesar

Sumber foto : Instagram Ari Lasso

Gagasankalbar.com – Musisi senior Ari Lasso menyampaikan kekecewaannya terhadap sistem pengelolaan royalti musik di Indonesia, khususnya oleh Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Wahana Musik Indonesia (WAMI). Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Ari mengungkap bahwa ia hanya menerima royalti sebesar Rp765.594, jauh di bawah ekspektasi dari total penggunaan lagu-lagunya yang seharusnya bernilai puluhan juta rupiah.

Yang lebih mengejutkan, menurut Ari, dana tersebut justru ditransfer ke rekening atas nama individu lain, yakni Mutholah Rizal. “Kekonyolan yang paling hebat adalah Anda transfer ke rekening ‘Mutholah Rizal’. Terus hitungan di laporan Ari Lasso itu punya saya atau Pak Mutholah Rizal?” tulis Ari dalam unggahannya.

Ari menyebut bahwa kesalahan tersebut bukan hanya merugikan dirinya secara pribadi, tetapi juga berpotensi merugikan negara, termasuk Direktorat Jenderal Pajak, serta para musisi anggota WAMI. Ia bahkan menyerukan agar lembaga negara seperti BPK, KPK, dan Bareskrim melakukan pemeriksaan terhadap WAMI. “Banyak ‘permainan’ atau kecerobohan yang cukup layak untuk diperiksa lembaga negara. Bukan untuk menghukum, tetapi untuk menjadikan WAMI sebagai lembaga yang kredibel,” tegasnya.

Sebagai bentuk protes atas sistem distribusi royalti yang dinilainya semrawut, Ari Lasso menyatakan bahwa ia membebaskan para musisi, penyanyi kafe, wedding singer, hingga band pengisi acara untuk membawakan lagu-lagunya tanpa perlu membayar royalti. “Percuma Anda membayar tapi pengelolaannya kayak gini,” ujarnya.

Ari juga membandingkan WAMI dengan Aquarius Musikindo, yang menurutnya lebih transparan dan kredibel dalam pengelolaan hak cipta. Ia mengajak seluruh musisi Indonesia untuk bersatu mendorong perubahan nyata dalam sistem distribusi royalti. “Wahai teman-teman musisi, yuk bersatu. Siapa sebenarnya ‘hantu blau ngangkang’ yang harus kita robohkan,” tutupnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Karhutla Berulang di Konsesi Korporasi: 1.351 Titik Api Ungkap Kegagalan Penegakan Hukum

3 April 2026 - 04:37 WIB

Kader Muhammadiyah Siap Songsong Civil Society 5.0 2050

28 Oktober 2025 - 14:28 WIB

GMKI Melawi : Kecam Brutalitas Polisi Tewaskan Ojol

29 Agustus 2025 - 17:10 WIB

Kebijakan kenaikan PBB-P2 tanpa sosialisasi memicu gejolak sosial. Pemda diminta transparan dan bertahap dalam menetapkan tarif

15 Agustus 2025 - 07:42 WIB

Ilustrasi Pajak

Film “Merah Putih: One For All” Dituding Gunakan Aset 3D Tanpa Izin, Kreator Asal Pakistan Angkat Bicara

13 Agustus 2025 - 06:31 WIB

One For All
Trending di Sorotan Nasional