Pontianak, – Enam puluh enam tahun bukanlah sekadar hitungan angka, melainkan jejak panjang yang ditulis dengan tinta perjuangan. HMI Pontianak lahir dari rahim sejarah, ketika semangat muda dan keimanan berpadu menjadi satu kekuatan: merawat peradaban, menjaga harapan, dan mengawal masa depan bangsa.
Di bawah langit Khatulistiwa, HMI Pontianak tumbuh bersama denyut kota ini. Ia adalah pohon yang akarnya menancap pada nilai keislaman, batangnya tegak di jalan kebangsaan, dan daunnya rindang menaungi siapa pun yang haus akan ilmu, kebijaksanaan, dan pengabdian.
Enam puluh enam tahun, generasi berganti, namun api perjuangan tak pernah padam. Dari ruang kajian sederhana, lahirlah pemikir-pemikir yang menyalakan obor intelektual. Dari jalanan kota, terbitlah suara lantang menuntut keadilan. Dari masjid-masjid kampus, mengalun doa dan dzikir yang menyatukan iman dengan perbuatan.
Kini, di era yang serba cepat dan digital, tantangan bukan lagi senjata atau kekuasaan, melainkan krisis moral, disrupsi nilai, dan kaburnya arah generasi. Tetapi justru di situlah HMI menemukan panggilan barunya. Sebagai lentera, HMI harus tetap menyala di tengah gelap; sebagai kompas, ia harus menuntun arah di tengah kabut zaman.
Pontianak memiliki warna yang khas: pluralitas yang damai, sungai yang mengalirkan cerita, dan masyarakat yang berakar pada tradisi. HMI Pontianak, dalam usianya yang matang, ditantang untuk merajut benang-benang kebersamaan, agar tidak tercerai oleh arus globalisasi yang deras.
Milad ke-66 adalah seruan. Bahwa HMI bukan sekadar organisasi, melainkan rumah besar yang melahirkan pemimpin, pembelajar, sekaligus penjaga nurani bangsa.
Selamat milad HMI Pontianak ke-66. Semoga setiap kader terus menyalakan obor keyakinan, menapak jalan usaha, hingga sampai pada cita-cita luhur: insan yang beriman, berilmu, dan berdaya untuk negeri.
Yakin Usaha Sampai!










