HMI: Menjaga Nyala Api Perjuangan di Bumi Khatulistiwa - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Syarif Falmu: “Jangan Sampai Kalbar Jadi Surga Investor, Tapi Neraka Bagi Pencari Kerja Lokal” Zulhas: MBG dan Hilirisasi Komoditas Desa Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah Bawaslu Kubu Raya Gandeng Tiga Perguruan Tinggi Perkuat Pengawasan Partisipatif Pemilu Gemawan Dorong Sinkronisasi Kebijakan Pembangunan Responsif Gender dan Adaptasi Perubahan Iklim di Kabupaten Mempawah Menguak Tabir Industri Rokok, AJI Jakarta dan AJI Pontianak Gelar Nobar dan Diskusi Film “Di Balik Ilusi Tembakau” Tim SAR Gabungan Temukan Lansia Hilang di Kebun Desa Pana dalam Kondisi Selamat

Opini Analisa

HMI: Menjaga Nyala Api Perjuangan di Bumi Khatulistiwa

badge-check


HMI: Menjaga Nyala Api Perjuangan di Bumi Khatulistiwa Perbesar

Pontianak, – Enam puluh enam tahun bukanlah sekadar hitungan angka, melainkan jejak panjang yang ditulis dengan tinta perjuangan. HMI Pontianak lahir dari rahim sejarah, ketika semangat muda dan keimanan berpadu menjadi satu kekuatan: merawat peradaban, menjaga harapan, dan mengawal masa depan bangsa.

 

Di bawah langit Khatulistiwa, HMI Pontianak tumbuh bersama denyut kota ini. Ia adalah pohon yang akarnya menancap pada nilai keislaman, batangnya tegak di jalan kebangsaan, dan daunnya rindang menaungi siapa pun yang haus akan ilmu, kebijaksanaan, dan pengabdian.

 

Enam puluh enam tahun, generasi berganti, namun api perjuangan tak pernah padam. Dari ruang kajian sederhana, lahirlah pemikir-pemikir yang menyalakan obor intelektual. Dari jalanan kota, terbitlah suara lantang menuntut keadilan. Dari masjid-masjid kampus, mengalun doa dan dzikir yang menyatukan iman dengan perbuatan.

 

Kini, di era yang serba cepat dan digital, tantangan bukan lagi senjata atau kekuasaan, melainkan krisis moral, disrupsi nilai, dan kaburnya arah generasi. Tetapi justru di situlah HMI menemukan panggilan barunya. Sebagai lentera, HMI harus tetap menyala di tengah gelap; sebagai kompas, ia harus menuntun arah di tengah kabut zaman.

 

Pontianak memiliki warna yang khas: pluralitas yang damai, sungai yang mengalirkan cerita, dan masyarakat yang berakar pada tradisi. HMI Pontianak, dalam usianya yang matang, ditantang untuk merajut benang-benang kebersamaan, agar tidak tercerai oleh arus globalisasi yang deras.

 

Milad ke-66 adalah seruan. Bahwa HMI bukan sekadar organisasi, melainkan rumah besar yang melahirkan pemimpin, pembelajar, sekaligus penjaga nurani bangsa.

 

Selamat milad HMI Pontianak ke-66. Semoga setiap kader terus menyalakan obor keyakinan, menapak jalan usaha, hingga sampai pada cita-cita luhur: insan yang beriman, berilmu, dan berdaya untuk negeri.

Yakin Usaha Sampai!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kalbar Tak Hanya Butuh Investasi, Tapi Juga Jaminan Masa Depan Lingkungan

19 Mei 2026 - 01:55 WIB

Warkop Pontianak dan Alarm Gula: Ketika Ngopi Tak Lagi Sekadar Budaya

19 Mei 2026 - 01:40 WIB

Bumi Khatulistiwa dan Krisis Pengakuan Hutan Adat di Tengah Ekspansi Korporasi

6 Mei 2026 - 22:50 WIB

Lonjakan Pinjol dan Rendahnya Literasi Keuangan Jadi Ancaman Ekonomi Rumah Tangga

20 April 2026 - 12:00 WIB

Negara, Bisnis dan Masyarakat: Sungai yang Meluap, Hak Asasi yang Mengering

3 Desember 2025 - 06:16 WIB

Trending di Opini Analisa