Edit Foto AI dengan Orang yang Sudah Tiada, Tren Baru Bernostalgia di Media Sosial - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Literasi sebagai Jalan Emansipasi: Refleksi dari TBM Sahabat Cita Khatulistiwa Pengacara Meigi Alrianda Soroti Kejanggalan Fatal Penyidikan Narkotika di PN Pontianak Jaringan Rumah Diskusi Gelar Nobar dan Diskusi Film “Pesta Babi”, Puluhan Pemuda Pontianak Serukan “Papua Bukan Tanah Kosong” Lonjakan Pinjol dan Rendahnya Literasi Keuangan Jadi Ancaman Ekonomi Rumah Tangga INFRASTRUKTUR DI DESA BALAI AGAS MELAWI MEMPRIHATINKAN: GMKI MENDESAK PEMERINTAH SEGERA TINDAK LANJUTI Diskusi Publik Literasi “Literasi Sebagai Pilar Generasi Emas Indonesia 2045” Sukses Terlaksana

Hiburan Inspirasi

Edit Foto AI dengan Orang yang Sudah Tiada, Tren Baru Bernostalgia di Media Sosial

badge-check


					Edit Foto AI dengan Orang yang Sudah Tiada, Tren Baru Bernostalgia di Media Sosial Perbesar

Gagasankalbar.com – Teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini kian akrab dengan kehidupan sehari-hari. Salah satunya dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali kenangan bersama orang tercinta yang telah tiada. Belakangan, tren mengedit foto menggunakan AI dengan orang yang sudah meninggal ramai di media sosial dan menjadi sarana nostalgia bagi banyak orang.

Melalui teknologi ini, foto lama bisa diproses sehingga tampak seperti seseorang kembali berpose atau berfoto bersama almarhum. Hasilnya terlihat nyata dan memunculkan suasana emosional yang mendalam. Banyak warganet mengaku terharu ketika melihat kembali potret mereka bersama orang tua, pasangan, atau sahabat yang telah pergi.

Fenomena ini dianggap memberi ruang penyembuhan (healing) dan menjadi cara baru mengenang. “Senang campur sedih, biarpun nda nyata setidaknya bisa lihat, bisa merasakan dipeluk,” ujar Putri, salah satu pengguna aplikasi AI, saat dihubungi Gagasankalbar.com.

Meski menuai pro dan kontra, tren edit foto AI dengan orang yang sudah meninggal menunjukkan bahwa teknologi kini bukan sekadar soal kemudahan, tetapi juga menyentuh sisi emosional manusia. Bagi banyak orang, hasil foto tersebut bukan sekadar karya digital, melainkan jembatan kecil untuk bernostalgia dengan mereka yang telah tiada. *(Ewok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Doraemon Resmi Berakhir Tayang di RCTI Setelah 35 Tahun Temani Minggu Pagi

5 Januari 2026 - 17:12 WIB

Dr. Mahathir Mohamad Genap 100 Tahun: Usia Boleh Menua, Gagasan Tetap Menyala

10 Juli 2025 - 15:18 WIB

Tun Dr Mahathir bin Mohamad
Trending di Hiburan Inspirasi