Menu

Mode Gelap
Musyawarah Daerah V King Rattle Club Indonesia Digelar di Pontianak Drama Cina Jadi Hiburan Favorit Bapak-Bapak Saat Waktu Senggang, Fenomena Unik yang Kian Mengemuka Pencarian Hari ke-7 Nuriman di Perairan Karang Anyar Dihentikan, Korban Dinyatakan Hilang HMI Cabang Pontianak Gelar Insight Session dan Luncurkan RKK: Dorong Ruang Aman dan Sistem Perlindungan Kader IMM Pontianak Tolak Tegas Wacana Pilkada Dipilih oleh DPRD: “Rakyat Bukan Masalah, Rakyat Adalah Jawaban” Kakek Molyadi Ditemukan Selamat Setelah Dua Hari Hilang di Ladang, Tim SAR Gabungan Akhiri Operasi Pencarian

Kubu Raya

Dosen Fakultas Hukum UM Pontianak, Hazilina, Terima Penghargaan Pengarusutamaan Gender dari Gubernur Kalbar pada Peringatan Hari Ibu ke-97

badge-check


					Dosen Fakultas Hukum UM Pontianak, Hazilina, Terima Penghargaan Pengarusutamaan Gender dari Gubernur Kalbar pada Peringatan Hari Ibu ke-97 Perbesar

Gagasankalbar.com — Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah (UM) Pontianak, Hazilina, menerima Penghargaan Pengarusutamaan Gender (PUG) dari Gubernur Kalimantan Barat pada peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis, 4 Desember 2025. Acara tahun ini mengusung tema “Serupa Rahim Ibu, Merawat Kehidupan, Menguatkan yang Rapuh.”

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Hazilina dalam mendorong program-program PUG dan pemberdayaan perempuan di berbagai wilayah Kalimantan Barat. Selama ini, ia dikenal aktif mengembangkan kegiatan advokasi, edukasi, serta penguatan kapasitas masyarakat terkait isu kesetaraan gender.

Dalam keterangannya, Hazilina menyampaikan bahwa penerimaan penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus memperluas program yang sudah berjalan. Ia menegaskan bahwa berbagai agenda kegiatan telah disiapkan, dan seluruhnya akan tetap dilakukan melalui kolaborasi dengan organisasi, pemerintah desa, serta melibatkan mahasiswa.

“Kami akan melanjutkan kegiatan yang sudah berjalan, bahkan beberapa agenda baru sudah disiapkan. Program ini tetap berkolaborasi dengan berbagai organisasi dan melibatkan mahasiswa, khususnya terkait Pengarusutamaan Gender, pemberdayaan perempuan termasuk saudara kita penyandang disabilitas, serta pencegahan perkawinan anak,” ujarnya.

Hazilina juga menyoroti komitmennya dalam menghadirkan pendampingan hukum berbasis komunitas. Salah satunya melalui pelatihan paralegal di Masyarakat Hukum Adat (MHA) yang digelar dengan dukungan dan sinergi bersama pemerintah desa di Kabupaten Sanggau.

“Untuk kegiatan ini kami menyasar langsung ke akar rumput, memastikan masyarakat memiliki pemahaman dan kemampuan untuk melindungi hak-hak mereka,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap penghargaan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi akademisi, aktivis, dan masyarakat luas untuk terus berperan aktif dalam memperjuangkan kesetaraan gender serta perlindungan perempuan dan anak di daerah.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pencarian Hari ke-7 Nuriman di Perairan Karang Anyar Dihentikan, Korban Dinyatakan Hilang

17 Januari 2026 - 14:58 WIB

Pencarian Hari Keempat, Nuriman Belum Ditemukan di Perairan Karang Anyar

12 Januari 2026 - 12:57 WIB

Tim SAR Gabungan Cari Nuriman yang Diduga Tenggelam Saat Memancing di Batu Ampar

10 Januari 2026 - 15:47 WIB

Alarm Pengkhianatan Demokrasi: HMI Kubu Raya Sebut Pilkada via DPRD Sebagai Langkah Mundur dan Mencederai Hak Rakyat

8 Januari 2026 - 15:18 WIB

PMII Kubu Raya Menolak Wacana Pemilihan Kepala Daerah Melalui DPRD karena Berpotensi Menggerus Prinsip Demokrasi

8 Januari 2026 - 15:08 WIB

Trending di Kubu Raya