Desa Belaban Gelar Gawik Kacik ke-3, Tradisi Adat Dayak yang Terus Dijaga dan Dihidupkan - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
IMABA KALBAR Gelar Pelatihan Kebendaharaan, Dorong Tata Kelola Keuangan Organisasi yang Transparan, Akuntabel, dan Profesional Tim SAR Gabungan Temukan Warga Hilang di Ketapang dalam Keadaan Selamat PWM Kalbar dan BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerja Sama Perluas Perlindungan Pekerja Amal Usaha Muhammadiyah SatuMu Jadi Instrumen Penguatan Cabang dan Ranting Muhammadiyah di Kalbar Tanamkan Nilai Pancasila, Yayasan Sepakat Hadirkan Motivasi bagi Anak Binaan LPKA Kesetiaan & Pengkhianatan : Sebuah Ulasan & Renungan Film The King, 2019.

Ketapang

Desa Belaban Gelar Gawik Kacik ke-3, Tradisi Adat Dayak yang Terus Dijaga dan Dihidupkan

badge-check


Desa Belaban Gelar Gawik Kacik ke-3, Tradisi Adat Dayak yang Terus Dijaga dan Dihidupkan Perbesar

Gagasankalbar.com – Desa Belaban kembali menggelar kegiatan pelestarian adat Gawik Kacik yang telah memasuki pelaksanaan ke-3 pada Sabtu, 6 Desember 2025. Tradisi budaya yang menjadi identitas masyarakat adat Dayak ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan disambut antusias oleh para tokoh adat, pemuda, serta masyarakat setempat.

Acara Gawik Kacik tahun ini kembali menjadi ruang berkumpulnya masyarakat untuk merayakan kearifan lokal sekaligus memperkenalkan tradisi kepada generasi muda. Sejumlah perlombaan permainan dan kesenian tradisional digelar, di antaranya:

Perlombaan Bepangkak Gansing, adu kemahiran memainkan gasing tradisional.

Perlombaan Tongkat Dayak, permainan ketangkasan berbasis tradisi masyarakat Dayak.

Lomba Kerajinan Tradisional Membuat Bubu (Melalain Bubu), alat tradisional untuk menangkap ikan.

Penampilan Musik Tradisional Senggayung, yang menghadirkan irama khas budaya Dayak.

Lomba Begendang, menampilkan keterampilan memainkan alat musik tradisional secara harmonis.

Rangkaian lomba tersebut tidak hanya memeriahkan acara, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya yang penting bagi generasi muda. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai adat dan kearifan lokal diwariskan secara langsung, memperkuat ikatan sosial, serta menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap warisan leluhur.

Salah satu penggagas kegiatan, Jo Siakut, menyampaikan bahwa Gawik Kacik memiliki filosofi sebagai “kegiatan kecil”, sebuah kiasan yang mencerminkan kesederhanaan namun sarat makna. Ia menuturkan bahwa meski dulunya kegiatan ini sepenuhnya diinisiasi oleh warga, kini Gawik Kacik telah mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah desa.

“Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, generasi muda semakin termotivasi untuk belajar dan melestarikan budaya serta adat. Misalnya, latihan memainkan alat musik tradisional yang dulu hanya dimainkan saat acara adat,” ujar Jo Siakut.

Ia juga menambahkan bahwa Gawik Kacik bukan hanya wujud nyata pelestarian budaya, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi masyarakat dan memberikan dampak positif terhadap sektor UMKM. Kehadiran para pelaku usaha lokal disambut sangat antusias oleh pengunjung selama pelaksanaan acara.

Melalui Gawik Kacik ke-3 ini, masyarakat Desa Belaban kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan adat istiadat sebagai identitas budaya yang diwariskan turun-temurun. Tradisi ini diharapkan terus hidup dan berkembang sebagai bagian penting dari keberlanjutan budaya Dayak di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tim SAR Gabungan Temukan Warga Hilang di Ketapang dalam Keadaan Selamat

8 Juni 2026 - 11:36 WIB

Peringatan Milad ke-29 STAI AL-HAUDL Ketapang: Semarak Lomba & Kebersamaan Tutup Rangkaian Acara

24 Mei 2026 - 11:47 WIB

Program KREASI Tahun Kedua Resmi Diperluas ke 7 Kecamatan

21 Mei 2026 - 22:46 WIB

KREASI Ubah Strategi di Tahun Kedua, Tim fasilitator Daerah Kini Turun Langsung ke Sekolah Pedalaman Kalbar

21 Mei 2026 - 22:44 WIB

Perkuat Pembinaan Al-quran Berkelanjutan dan Santunan Muallaf di Kecamatan Kendawangan

10 Mei 2026 - 12:48 WIB

Trending di Ketapang