Breaking News

Ketapang

Desa Belaban Gelar Gawik Kacik ke-3, Tradisi Adat Dayak yang Terus Dijaga dan Dihidupkan

badge-check

Desa Belaban Gelar Gawik Kacik ke-3, Tradisi Adat Dayak yang Terus Dijaga dan DihidupkanPerbesar

Gagasankalbar.com – Desa Belaban kembali menggelar kegiatan pelestarian adat Gawik Kacik yang telah memasuki pelaksanaan ke-3 pada Sabtu, 6 Desember 2025. Tradisi budaya yang menjadi identitas masyarakat adat Dayak ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan disambut antusias oleh para tokoh adat, pemuda, serta masyarakat setempat.

Acara Gawik Kacik tahun ini kembali menjadi ruang berkumpulnya masyarakat untuk merayakan kearifan lokal sekaligus memperkenalkan tradisi kepada generasi muda. Sejumlah perlombaan permainan dan kesenian tradisional digelar, di antaranya:

Perlombaan Bepangkak Gansing, adu kemahiran memainkan gasing tradisional.

Perlombaan Tongkat Dayak, permainan ketangkasan berbasis tradisi masyarakat Dayak.

Lomba Kerajinan Tradisional Membuat Bubu (Melalain Bubu), alat tradisional untuk menangkap ikan.

Penampilan Musik Tradisional Senggayung, yang menghadirkan irama khas budaya Dayak.

Lomba Begendang, menampilkan keterampilan memainkan alat musik tradisional secara harmonis.

Rangkaian lomba tersebut tidak hanya memeriahkan acara, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya yang penting bagi generasi muda. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai adat dan kearifan lokal diwariskan secara langsung, memperkuat ikatan sosial, serta menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap warisan leluhur.

Salah satu penggagas kegiatan, Jo Siakut, menyampaikan bahwa Gawik Kacik memiliki filosofi sebagai “kegiatan kecil”, sebuah kiasan yang mencerminkan kesederhanaan namun sarat makna. Ia menuturkan bahwa meski dulunya kegiatan ini sepenuhnya diinisiasi oleh warga, kini Gawik Kacik telah mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah desa.

“Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, generasi muda semakin termotivasi untuk belajar dan melestarikan budaya serta adat. Misalnya, latihan memainkan alat musik tradisional yang dulu hanya dimainkan saat acara adat,” ujar Jo Siakut.

Ia juga menambahkan bahwa Gawik Kacik bukan hanya wujud nyata pelestarian budaya, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi masyarakat dan memberikan dampak positif terhadap sektor UMKM. Kehadiran para pelaku usaha lokal disambut sangat antusias oleh pengunjung selama pelaksanaan acara.

Melalui Gawik Kacik ke-3 ini, masyarakat Desa Belaban kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan adat istiadat sebagai identitas budaya yang diwariskan turun-temurun. Tradisi ini diharapkan terus hidup dan berkembang sebagai bagian penting dari keberlanjutan budaya Dayak di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kuasa Hukum Sebut Tukang Batu Jadi Direktur Tanpa Sepengetahuan dalam Kasus Korupsi Bandara Ketapang

25 Okt 2026 - 03:34 WIB

Kuasa Hukum Sebut Tukang Batu Jadi Direktur Tanpa Sepengetahuan dalam Kasus Korupsi Bandara Ketapang

Tim Inklusi PWA Kalbar Evaluasi Program Pemberdayaan Perempuan di Ketapang

22 Okt 2026 - 19:15 WIB

Tim Inklusi PWA Kalbar Evaluasi Program Pemberdayaan Perempuan di Ketapang

Agus Haryandi Raih Wisudawan Terbaik I Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam STAI Al-Haudl Ketapang dengan Predikat Cumlaude

19 Okt 2026 - 21:46 WIB

Agus Haryandi Raih Wisudawan Terbaik I Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam STAI Al-Haudl Ketapang dengan Predikat Cumlaude

Cipayung+ dan BEM Desak DPRD Ketapang Perkuat Pengawasan BBM dan Penanganan Karhutla

14 Okt 2026 - 20:46 WIB

Cipayung+ dan BEM Desak DPRD Ketapang Perkuat Pengawasan BBM dan Penanganan Karhutla

Respon Karhutla Ketapang, Gerakan Mahasiswa salurkan bantuan masker dan 10.000 Liter Air Bersih

27 Sep 2026 - 23:16 WIB

Respon Karhutla Ketapang, Gerakan Mahasiswa salurkan bantuan masker dan 10.000 Liter Air Bersih
Trending di Ketapang