Borneo Cross Border Cycling Tour Pererat Hubungan RI-Malaysia - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Antusiasme Warga Serbu Bazar Sembako Murah Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia, Seluruh Paket Ludes Terjual Semarak HUT ke-19 Kubu Raya, Puskesmas Punggur Ajak Warga Hidup Sehat Lewat Senam GERMAS Derahman: Semangat Gotong Royong Jadi Kekuatan Hadapi Tantangan Fiskal Kubu Raya Banggar DPR RI Dorong Bank Indonesia Kalbar Perkuat Deteksi Dini Ekonomi dan Pengembangan UMKM Daerah Banggar DPR RI Dorong Penguatan Transfer ke Daerah dan Optimalisasi APBN untuk Pembangunan Kalimantan Barat Nelayan Hilang Kontak di perairan Teluk Cina Pulau Lemukutan di temukan dalam keadaan selamat oleh tim SAR Gabungan

Berita

Borneo Cross Border Cycling Tour Pererat Hubungan RI-Malaysia

badge-check


Borneo Cross Border Cycling Tour Pererat Hubungan RI-Malaysia Perbesar

GAGASANKALBAR.COM –

Pontianak – Sebanyak 69 peserta Borneo Cross Border Cycling Tour (BCBCT) 2025 dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti turing sepeda lintas negara sepanjang 810 kilometer (km). Peserta yang berasal Kalimantan Barat, Jakarta, Medan, Jawa Timur, Bali, Ambon dan Papua, menjajal rute lintas negara Indonesia – Malaysia. BCBCT 2025 merupakan lanjutan dari kesuksesan penyelenggaraan pertama pada 2023 lalu.

Peserta dilepas oleh Konsul Malaysia di Pontianak Azizul Zekri dan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak Rizal di Halaman Museum Kalbar, Rabu (5/2/2025). Hadir pula legenda balap sepeda Indonesia Kalimanto Tulus Widodo, Johnny Van Aert dan Maruki Matsum.

Konsul Azizul Zekri mengapresiasi dan mendukung event olahraga sepeda lintas negara ini. Kegiatan ini dinilai dapat memberikan dampak positif terutama dalam mempererat hubungan antar negeri jiran.

“Saya yakin turing sepeda lintas negara ini akan semakin mempererat hubungan kedua belah pihak yang sudah terjalin selama ini. Semoga event ini digelar secara rutin,” ujarnya.

Kepala Disporapar Kota Pontianak Rizal mengatakan, event-event olahraga seperti ini selaras dengan konsep Kota Pontianak sebagai sport city. Hal itu juga dalam rangka menjadikan Pontianak sebagai kota destinasi wisata olahraga atau sport tourism. Dengan demikian, Pontianak diharapkan akan semakin dilirik sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan olahraga, baik tingkat nasional maupun internasional.

“Kita akan melaksanakan event-event olahraga supaya masyarakat semakin semangat berolahraga,” ucapnya.

Ketua Pelaksana BCBCT 2025 Rizky Fauzan menerangkan, event yang diinisiasi oleh Museum Cycling Community (MCC) Pontianak ini merupakan ajang sport tourism untuk mempromosikan konektivitas jalur darat antara kedua negara melalui empat perbatasan, yakni Aruk, Biawak, Tebedu dan Entikong. Turing sepeda ini digelar mulai tanggal 5 hingga 9 Februari 2025. BCBCT rutin digelar setiap dua tahun sekali, tujuannya untuk mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Malaysia melalui olahraga dan rekreasi.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan budaya antara Indonesia dan Malaysia. Kami berharap event ini terus berlanjut dan semakin banyak partisipan dari berbagai negara,” tuturnya.

Ia menambahkan, para peserta BCBCT bersepeda melintasi batas negara melalui border-border yang ada di kedua negara. Para peserta juga melengkapi diri dengan paspor sebagai dokumen sah untuk melewati kedua negara.

“Kegiatan ini merupakan turing bersepeda lintas batas satu-satunya di Indonesia yang juga mencakup cap paspor resmi bagi peserta,” kata Rizky yang juga selaku Ketua Harian MCC Pontianak.

Ia memaparkan, para peserta BCBCT menjajal rute sepanjang 810km ini dengan melalui empat etape. Dimulai etape pertama pada tanggal 5 Februari dari Pontianak menuju Sambas sepanjang 230km. Etape kedua, 6 Februari, dari Sambas langsung menuju ke Kuching Sarawak menempuh rute 205km. Tiba di Kuching, 7 Februari, para peserta bersepeda mengitari Kota Kuching sepanjang 40km. Kemudian, di etape ketiga, 8 Februari, seluruh peserta kembali dari Kuching menuju Sosok Kabupaten Sanggau sejauh 210km. Etape keempat, perjalanan dilanjutkan dari Sosok ke Pontianak menempuh 165km pada 9 Februari.

“Turing berakhir di Museum Kalimantan Barat sebagai titik finish,” ungkapnya.

Rizky menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung BCBCT 2025. Ucapan terima kasih ditujukan kepada YB Dato Sri Haji Abdul Karim Rahman Hamzah, serta instansi seperti MKN Sarawak, Kementerian Sukan, Kementerian Pelancongan, Sarawak Cycling Association, Konsulat Jenderal RI Kuching, Bea Cukai dan Imigrasi di Aruk serta Entikong, JPJ dan Custom di Biawak serta Tebedu, Kepolisian di wilayah perbatasan serta pemerintah daerah di Kalbar.

“Selain itu, tak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada Pj Wali Kota Pontianak, Pj Bupati Mempawah, Pj Wali Kota Singkawang, Bupati Sambas, Hotel Horison Singkawang dan Bank Kalbar Balai Karangan serta berbagai pihak lainnya yang tidak dapat disebutkan satu-persatu,” sebutnya.

Dengan digelarnya BCBCT 2025, diharapkan sport tourism di kawasan Kalbar dan Sarawak semakin berkembang, serta menjadi contoh sukses bagi event lintas negara lainnya.

“Event ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang membangun konektivitas, persahabatan, dan kerja sama antara dua negara bertetangga,” tutup Rizky.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Demokrasi di Tengah Bayang-Bayang Transaksi Politik

30 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kopi Mesra Bubuk, Teman Ngopi Santai dari Kalimantan Barat

7 Mei 2026 - 12:39 WIB

Derahman Hadiri Pelantikan Presidium PMKRI Kubu Raya, Soroti Peran Pemuda di Era Digital

3 Mei 2026 - 19:57 WIB

Ditengah Kondisi Efisiensi Sharon Hadir Beri Solusi Peluang UMKM untuk Kalangan Emak-emak

6 Oktober 2025 - 13:52 WIB

Bawaslu Kubu Raya Kawal Ketat Pleno PDPB Triwulan III Tahun 2025

4 Oktober 2025 - 04:55 WIB

Trending di Berita