Gagasankalbar.com – Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kubu Raya mengajak para pemuda dan pemudi di daerah tersebut untuk aktif menjadi kader pengawas partisipatif. Ajakan ini disampaikan sebagai bentuk upaya memperkuat peran generasi muda dalam menjaga integritas demokrasi.
Anggota Bawaslu Kubu Raya, Gustiar, menegaskan bahwa pemuda memiliki peran penting dalam mengawal proses demokrasi agar berjalan jujur, adil, dan transparan. Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda harus dijadikan momentum bagi generasi muda untuk tidak hanya aktif di bidang sosial dan ekonomi, tetapi juga turut berpartisipasi dalam pengawasan pemilu. “Keterlibatan pemuda sangat strategis dalam membangun budaya politik yang bersih dan berintegritas,” ujarnya.
Gustiar juga mengajak seluruh organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan komunitas di Kubu Raya untuk bergabung menjadi kader pengawas partisipatif Bawaslu. Melalui kegiatan ini, para pemuda akan mendapatkan pembekalan mengenai cara mengawasi tahapan pemilu, mengenali potensi pelanggaran, serta melaporkan jika ditemukan indikasi kecurangan. “Kami membuka ruang bagi seluruh anak muda Kubu Raya untuk menjadi bagian dari gerakan pengawasan partisipatif,” tambahnya.
Selain itu, Bawaslu Kubu Raya menilai keterlibatan pemuda dalam pengawasan partisipatif juga menjadi wadah pembelajaran politik yang sehat. Dengan aktif mengawasi jalannya pemilu, para pemuda dapat memahami pentingnya nilai-nilai demokrasi dan tanggung jawab sebagai warga negara. “Pemuda bukan hanya penonton dalam demokrasi, tetapi harus menjadi pelaku perubahan,” kata Gustiar.
Momentum Sumpah Pemuda tahun ini menjadi refleksi bagi generasi muda di Kubu Raya untuk berkontribusi nyata dalam menjaga proses demokrasi di daerahnya. Melalui semangat persatuan dan kepedulian terhadap bangsa, Bawaslu Kubu Raya berharap partisipasi aktif pemuda dapat memperkuat pengawasan pemilu yang berintegritas menuju Indonesia yang lebih baik.(Ewok)










