Gagasankalbar.com – Antrean panjang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, khususnya para pengemudi ojek online. Kondisi ini membuat para driver harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).
Salah satu driver ojek online, Ian Kintil Sandora, mengaku sangat terdampak dengan situasi tersebut. Saat ditemui pada Rabu (18/3/2026), ia menyampaikan keluhannya terkait panjangnya antrean yang terjadi.
“Karena antrean yang sangat panjang, kami sebagai driver sangat dirugikan dari segi waktu. Harusnya waktu itu bisa kami gunakan untuk menarik penumpang, tapi justru habis di antrean BBM,” ujarnya.
Menurut Ian, kondisi ini tidak hanya menurunkan pendapatan harian para driver, tetapi juga membuat mereka kelelahan karena harus menunggu dalam waktu lama di tengah panas.
Ia berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan ini. Salah satu solusi yang diharapkan adalah mempercepat distribusi BBM ke SPBU agar stok tetap tersedia dan tidak terjadi kekosongan.
“Harapan kami, proses pengiriman BBM bisa dipercepat agar stok di SPBU selalu terisi dan tidak terjadi antrean panjang seperti ini. Semoga pemerintah cepat merespons masalah panic BBM ini dan segera menyelesaikannya,” tambahnya.
Situasi antrean panjang ini menjadi perhatian masyarakat luas, mengingat BBM merupakan kebutuhan utama, terutama bagi para pekerja sektor transportasi seperti ojek online. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan berdampak lebih luas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.









