Aksi “Kalbar Menggugat” Desak Perbaikan Infrastruktur dan Regulasi, Ribuan Mahasiswa Longmarch ke DPRD Kalbar - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Kelompok KKM 23 FISIP UNTAN Luncurkan “Rumah Karakter Desa”, Perkuat Pendidikan Karakter Anak di Aur Sampuk Karhutla di Kubu Raya Masih Berlangsung, Tim Brigade Dalkarhutla KPH Terus Berjibaku Padamkan Api PP Aisyiyah Tingkatkan Kompetensi Paralegal untuk Perkuat Posbakum di Kalbar Menghidupkan Tradisi Leluhur: Warga RT 002/RW 003 Tanjung Hulu Gelar Aksi Gotong Royong demi Mitigasi Perubahan Iklim dan Cegah Banjir BSB-PS #30 Muhammadiyah Kalbar Teguhkan Islam Berkemajuan melalui Keadilan Sosial dan Perlindungan Hak Eka Nurhayati Ishak Tekankan Pentingnya Pendampingan Hukum bagi Perempuan, Anak, dan Kelompok Rentan

Pontianak

Aksi “Kalbar Menggugat” Desak Perbaikan Infrastruktur dan Regulasi, Ribuan Mahasiswa Longmarch ke DPRD Kalbar

badge-check


Aksi “Kalbar Menggugat” Desak Perbaikan Infrastruktur dan Regulasi, Ribuan Mahasiswa Longmarch ke DPRD Kalbar Perbesar

Gagasankalbar.com – Mahasiswa dan mahasiswi yang tergabung dalam BEM SI, BEM SEKA Kalbar, serta Federasi Organisasi Mahasiswa Daerah Kalbar menggelar aksi bertajuk “Kalbar Menggugat” pada Kamis sore. Aksi tersebut menyoroti sejumlah persoalan daerah dan mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret terkait pembangunan infrastruktur di Kalimantan Barat, revisi KUHAP, pengesahan RUU Perampasan Aset, serta penguatan UU KIP (Keterbukaan Informasi Publik).

Para peserta aksi mulai berkumpul di halaman Kampus UM Pontianak pada pukul 15.00 WIB, sebelum melakukan longmarch menuju Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat. Sepanjang perjalanan, massa aksi menyuarakan tuntutan serta keluhan yang selama ini dirasakan masyarakat di 14 kabupaten/kota di Kalbar.

Setibanya di depan gedung DPRD, peserta aksi berupaya meminta perwakilan dewan untuk berdialog secara langsung di Ruang Paripurna. Namun, DPRD Kalbar tidak memberikan izin bagi seluruh massa aksi untuk masuk, sehingga situasi sempat memanas. Meski begitu, aksi tetap dapat dikendalikan dan berjalan kondusif.

Koordinator Lapangan, Syarif Falmu, menegaskan bahwa aksi ini merupakan jeritan hati masyarakat daerah yang perlu didengar secara serius oleh para wakil rakyat.

“Aksi ini membawa aspirasi dari 14 kabupaten/kota. Kami berharap Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat dan seluruh perwakilan dapil hadir untuk mendengarkan aspirasi ini. Ini bukan aspirasi nasional, ini aspirasi daerah yang berkaitan langsung dengan permasalahan yang kami hadapi sehari-hari,” tegasnya.

Falmu menambahkan bahwa mahasiswa akan terus mengawal tuntutan ini hingga mendapat respons yang jelas dari pihak DPRD.

“Jika aspirasi ini belum didengar, kami siap kembali melakukan aksi jilid 2, 3, dan seterusnya. Kami tidak akan berhenti sebelum aspirasi masyarakat daerah benar-benar diperhatikan,” ujarnya.

Meski sempat terjadi ketegangan di depan Gedung DPRD, aksi “Kalbar Menggugat” akhirnya berakhir dengan tertib. Para mahasiswa berharap langkah ini menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk segera mengevaluasi pembangunan infrastruktur, memperjuangkan regulasi yang lebih tegas, serta mengupayakan keterbukaan informasi yang lebih baik di Kalimantan Barat. *(Ewok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menghidupkan Tradisi Leluhur: Warga RT 002/RW 003 Tanjung Hulu Gelar Aksi Gotong Royong demi Mitigasi Perubahan Iklim dan Cegah Banjir

2 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Eka Nurhayati Ishak Tekankan Pentingnya Pendampingan Hukum bagi Perempuan, Anak, dan Kelompok Rentan

2 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Wali Kota Pontianak Jamin Bantuan Medis dan Biaya Rujukan Bagi Anak Penyintas Kanker

23 Juli 2026 - 02:07 WIB

FIKPSI UM Pontianak dan LPKA Sungai Raya Teken Kerja Sama Pendampingan Anak Binaan di Hari Anak Nasional

23 Juli 2026 - 02:03 WIB

BEM UNIVERSITAS OSO PONTIANAK SUKSES GELAR EKSPEDISI LEIMENA DI SINGKAWANG: BELAJAR, MENGABDI, DAN MENUTUP KEPENGURUSAN DENGAN BERMAKNA

22 Juli 2026 - 03:03 WIB

Trending di Pontianak