Gagasankalbar.com – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kalimantan Barat bersama Puskesmas Korpri menggelar layanan kesehatan gratis sekaligus membagikan bingkisan kepada 150 peserta terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 26 Oktober 2026, di Masjid Sahil, Jalan Parit Haji Muksin, Kabupaten Kubu Raya.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Lazismu Kalbar terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap akibat karhutla berkepanjangan. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat memeriksakan kondisi kesehatan sekaligus menerima bingkisan sebagai bentuk perhatian dan dukungan sosial.

Perwakilan Lazismu Kalbar sekaligus pelaksana kegiatan, Muhammad Al Hasyir, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya Lazismu untuk terus hadir membantu masyarakat yang terdampak karhutla.
“Ini merupakan program Lazismu yang sudah kesekian kalinya hadir di tengah masyarakat yang terdampak karhutla berkepanjangan. Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat, membantu masyarakat, serta meringankan beban yang dirasakan akibat kondisi yang terjadi,” ujar Muhammad Al Hasyir.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan sosial melalui Lazismu Kalbar.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada orang-orang baik yang telah mendukung dan menyukseskan kegiatan sosial melalui Lazismu Kalbar. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi semua pihak,” tambahnya.
Kolaborasi dengan Puskesmas Korpri menjadi bagian dari upaya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak kabut asap. Selain membantu masyarakat memeriksa kondisi kesehatan, pembagian bingkisan kepada 150 peserta diharapkan dapat meringankan beban yang mereka hadapi di tengah kondisi karhutla.
Melalui kegiatan ini, Lazismu Kalbar berkomitmen untuk terus menghadirkan program sosial dan kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dukungan para donatur, mitra, relawan, dan berbagai pihak diharapkan dapat menjaga keberlanjutan gerakan kepedulian sosial di Kalimantan Barat.

















Komentar ditutup.