Gagasakalbar.com – Festival literasi inklusif tanah kayong yang akan digelar pada tanggal 14-16 September 2026 bertempat di aula pertemuan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Ketapang menghadirkan 300 peserta dari berbagai kalangan seperti pelajar, mahasiswa, budayawan, pegiat seni dan literasi Se-Kabupaten Ketapang.
Ketua Sahabat Cita Khatulistiwa, Neng Marlina Efendi mengatakan Festival Literasi Inklusif Tanah Kayong tahun 2026 mengusung tema “Merawat Rasa, Merangkai Kata” sebagai wadah kolaborasi, edukasi, serta ruang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat Ketapang untuk memperkuat kebiasaan membaca, berkarya, sekaligus melestarikan tradisi serta budaya lokal Tanah Kayong”, jelasnya kepada media massa (14/9)

Marlina menambahkan, makna Inklusif dapat dilihat dari beragamnya peserta mulai dari pelajar dari Sekolah Luar Biasa (SLB), Sekolah dari pondok pesantren dan SMA/sederajat lainnya. Selain itu, pemateri juga berasal dari praktisi budaya dan praktisi kuliner lokal di Kabupaten Ketapang, ucapnya
“Terdapat tiga kegiatan utama yakni Lingkaran Tutur: Lokakarya Tradisi Syair Gulung, Lokakarya Digitalisasi: Tim Kreatif & Narasumber Buku Audio (Alih Suara), Lokakarya Kuliner Pusaka”, terangnya Marlina
Festival literasi yang diusung Sahabat Cita Khatulistiwa sebagai pewarisan budaya lokal seperti pengenalan sejarah syair gulung hingga praktik penulisan dan tekni melantunkan irama dan vokal syair gulung kepala anak muda”, harapnya
Festival literasi yang digagas Sahabat Cita Khatulistiwa ini juga menjadi forum sambung ilmu pengetahuan antar generasi tua kepala kelompok muda untuk terus merawat dan melestarikan budaya lokal Kabupaten Ketapang, tutupnya
Acara ini diapresiasi dan dibuka secara resmi oleh Bunda Literasi Kabupaten Ketapang. Turut hadir juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Ketapang, Kepala MAN 1 Ketapang, Wakil Kepala Sekolah Bidanh Kesiswaan MAN 1 Ketapang dan Ketua Literasi MAN 1 Ketapang.

















Komentar ditutup.