Gagasankalbar.com – Universitas Muhammadiyah Pontianak secara resmi melepas ratusan mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026. Pelepasan berlangsung di Auditorium Universitas Muhammadiyah Pontianak, Senin (20/7/2026).
Kegiatan KKN merupakan bagian dari mata kuliah wajib yang sekaligus menjadi bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan sesuai kebutuhan di lokasi penempatan.

Tahun ini, sekitar 970 mahasiswa dari seluruh fakultas dan program studi Universitas Muhammadiyah Pontianak mengikuti program KKN. Para peserta akan ditempatkan di lima kabupaten di Kalimantan Barat. Selain itu, universitas juga kembali menyelenggarakan program KKN internasional dengan lokasi penempatan di Malaysia.
Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak, Heriansyah, mengatakan KKN menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Mahasiswa yang mengikuti KKN tahun 2026 berjumlah sekitar 970-an mahasiswa dari seluruh fakultas dan program studi di Universitas Muhammadiyah Pontianak. Mereka akan melaksanakan KKN yang tersebar di lima kabupaten di Kalimantan Barat, serta ada juga KKN di luar negeri, yaitu di Malaysia,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama KKN diharapkan dapat membentuk karakter mahasiswa, meningkatkan kemampuan beradaptasi, serta memperkuat kepedulian sosial dalam menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Heriansyah juga berpesan agar seluruh peserta KKN menjaga nama baik almamater dan Persyarikatan Muhammadiyah selama menjalankan pengabdian di lokasi masing-masing.
“Saya berharap seluruh mahasiswa selalu menjaga nama almamater dan nama Muhammadiyah. Hadir dan turun langsung membantu masyarakat, memberikan manfaat melalui program-program yang dilaksanakan, serta menjaga etika dan menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah desa maupun masyarakat setempat,” katanya.
Melalui program KKN 2026, Universitas Muhammadiyah Pontianak berharap mahasiswa tidak hanya mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki, tetapi juga menjadi agen perubahan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat di wilayah pengabdian, baik di Kalimantan Barat maupun pada lokasi KKN internasional di Malaysia.
















