Gagasankalbar.com – Tim SAR Gabungan berhasil menyelamatkan seorang nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di Perairan Teluk Cina, Pulau Lemukutan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (16/7/2026).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak, I Made Junetra, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada Kamis, 16 Juli 2026, pukul 09.56 WIB dari Sekretaris Desa Pulau Lemukutan, Erdiyansah. Laporan tersebut menyebutkan seorang nelayan bernama Nasrul (47), warga Dusun Batu Barat, Pulau Lemukutan, Kabupaten Bengkayang, hilang kontak saat melaut.

“Setelah menerima informasi, Pos SAR Sintete segera memberangkatkan tim menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan,” kata I Made Junetra.
Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa bermula pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, Nasrul bersama rekannya, Siwir, mengantarkan kayu laban ke Teluk Cina. Namun, sesampainya di lokasi, mesin perahu yang mereka gunakan mengalami kerusakan dan bahan bakar juga habis.
Ketika Siwir berenang ke tepian untuk membeli bahan bakar minyak (BBM), Nasrul tetap berada di atas perahu. Setelah kembali ke lokasi, Siwir tidak lagi menemukan Nasrul maupun perahunya. Korban diduga hanyut terbawa arus bersama perahu yang digunakannya.
Pada pukul 12.33 WIB, Tim Rescue Pos SAR Sintete tiba di lokasi kejadian (LKK) dan langsung berkoordinasi dengan Tim SAR Gabungan serta unsur terkait. Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran permukaan di sekitar lokasi kejadian menggunakan armada SAR dan perahu masyarakat.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 18.00 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Nasrul dalam kondisi selamat pada koordinat 0°48’51.06″ LU – 108°48’45.17″ BT, atau sekitar 5 mil laut (Nm) dari lokasi kejadian.
Korban kemudian dievakuasi menuju daratan dan diserahkan kepada pihak keluarga dalam keadaan selamat.
“Korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Keberhasilan operasi ini merupakan hasil kerja sama seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang turut membantu proses pencarian,” ujar I Made Junetra.
Setelah seluruh rangkaian evakuasi selesai, pada pukul 18.30 WIB SAR Mission Coordinator (SMC) mengusulkan penutupan Operasi SAR. Seluruh unsur yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas sinergi dan kerja sama selama pelaksanaan operasi pencarian.















