FOMDA Kalbar Soroti Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, Dorong Fase Akselerasi - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Karhutla di Kubu Raya Masih Berlangsung, Tim Brigade Dalkarhutla KPH Terus Berjibaku Padamkan Api PP Aisyiyah Tingkatkan Kompetensi Paralegal untuk Perkuat Posbakum di Kalbar Menghidupkan Tradisi Leluhur: Warga RT 002/RW 003 Tanjung Hulu Gelar Aksi Gotong Royong demi Mitigasi Perubahan Iklim dan Cegah Banjir BSB-PS #30 Muhammadiyah Kalbar Teguhkan Islam Berkemajuan melalui Keadilan Sosial dan Perlindungan Hak Eka Nurhayati Ishak Tekankan Pentingnya Pendampingan Hukum bagi Perempuan, Anak, dan Kelompok Rentan Pengemudi Online Kubu Raya Deklarasikan GASPOL sebagai Wadah Solidaritas dan Peningkatan Kesejahteraan

Berita Kalbar

FOMDA Kalbar Soroti Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, Dorong Fase Akselerasi

badge-check


FOMDA Kalbar Soroti Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, Dorong Fase Akselerasi Perbesar

Gagasankalbar.com – Sebagai organisasi mahasiswa daerah se-Kalimantan Barat, FOMDA Kalbar menilai satu tahun kepemimpinan Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan merupakan fase konsolidasi awal yang wajar dalam pemerintahan.

Namun demikian, dalam perspektif gerakan mahasiswa sebagai fungsi check and balance, FOMDA Kalbar menyampaikan sejumlah catatan dan masukan konstruktif terhadap jalannya pemerintahan daerah.

Koordinator Pusat FOMDA Kalbar, Syarif Falmu, dalam keterangannya pada Selasa (24/2/2026) mengatakan bahwa pihaknya melihat adanya upaya menjaga stabilitas pemerintahan di tahun pertama.

“Dari sisi stabilitas, kami melihat adanya upaya menjaga komunikasi publik dan konsolidasi birokrasi. Ini penting sebagai fondasi administrasi daerah,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai belum terlihat terobosan kebijakan yang benar-benar transformasional, khususnya pada sektor strategis seperti pemerataan pendidikan di wilayah 3T, penguatan ekonomi rakyat dan UMKM lokal, transparansi serta efektivitas belanja APBD, hingga percepatan pembangunan infrastruktur pedalaman dan perbatasan.

“Satu tahun ini belum menunjukkan kebijakan yang betul-betul transformasional. Padahal masyarakat membutuhkan langkah konkret yang berdampak langsung dan terukur,” tegasnya.

FOMDA Kalbar juga menyoroti beberapa hal yang perlu dibenahi pada tahun kedua kepemimpinan, di antaranya percepatan pemerataan pembangunan, reformasi pendidikan terutama distribusi guru dan fasilitas sekolah, peningkatan transparansi anggaran, serta menghadirkan program yang benar-benar dirasakan masyarakat kecil.

“Kami menilai fondasi sudah ada, tetapi akselerasi kebijakan dan keberpihakan pada rakyat kecil harus lebih ditegaskan. Tahun kedua harus menjadi fase akselerasi, bukan lagi sekadar penataan internal,” tambah Syarif.

FOMDA Kalbar berharap kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur ke depan lebih progresif dan berani membuat terobosan, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas anggaran, serta membuka ruang dialog berkelanjutan dengan mahasiswa dan masyarakat sipil.

“Kami berharap tahun kedua menjadi fase akselerasi nyata, sehingga masyarakat Kalimantan Barat benar-benar merasakan perubahan yang lebih adil dan merata,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PP Aisyiyah Tingkatkan Kompetensi Paralegal untuk Perkuat Posbakum di Kalbar

2 Agustus 2026 - 17:08 WIB

BSB-PS #30 Muhammadiyah Kalbar Teguhkan Islam Berkemajuan melalui Keadilan Sosial dan Perlindungan Hak

2 Agustus 2026 - 17:02 WIB

PWA Kalbar Gelar Diklat Paralegal dan Tata Kelola Posbakum Aisyiyah untuk Perkuat Akses Keadilan

31 Juli 2026 - 04:43 WIB

Empat Perguruan Tinggi Kalbar Ikuti Tahap Eliminasi Debat Penegakan Hukum Pemilu

27 Juli 2026 - 23:54 WIB

Antrean BBM Kembali Mengular, GMKI Kalbar Desak Pertamina Benahi Distribusi dan Terapkan Barcode Motor

27 Juli 2026 - 23:48 WIB

Trending di Berita Kalbar