Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam KM Dharma Ferry II - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
IMABA KALBAR Gelar Pelatihan Kebendaharaan, Dorong Tata Kelola Keuangan Organisasi yang Transparan, Akuntabel, dan Profesional Tim SAR Gabungan Temukan Warga Hilang di Ketapang dalam Keadaan Selamat PWM Kalbar dan BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerja Sama Perluas Perlindungan Pekerja Amal Usaha Muhammadiyah SatuMu Jadi Instrumen Penguatan Cabang dan Ranting Muhammadiyah di Kalbar Tanamkan Nilai Pancasila, Yayasan Sepakat Hadirkan Motivasi bagi Anak Binaan LPKA Kesetiaan & Pengkhianatan : Sebuah Ulasan & Renungan Film The King, 2019.

Kubu Raya

Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam KM Dharma Ferry II

badge-check


Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam KM Dharma Ferry II Perbesar

Gagasankalbar.com — Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan korban tenggelam atas nama Ahmad Khoirudin, penumpang KM Dharma Ferry II yang dilaporkan jatuh ke Sungai Delta Pawan, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada hari ketiga pencarian, Senin (23/2/2026).

Korban diketahui tenggelam pada Sabtu (21/2/2026) sore sekitar pukul 17.56 WIB.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, saat ditemui di Kantor SAR Pontianak, Selasa (24/2/2026), menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan laporan yang diterima pihaknya.

Menurutnya, pada 21 Februari 2026 pukul 17.56 WIB, korban berada di bagian bawah kapal dekat pintu sebelah kiri. Tak lama kemudian, korban terlihat sudah berada di permukaan air sungai dan berusaha menggapai tali yang menjuntai di lambung kapal. Namun upaya tersebut gagal hingga korban hanyut terbawa arus.

“ABK yang melihat kejadian tersebut langsung berusaha memberikan pertolongan dengan melemparkan life buoy, namun tidak terjangkau oleh korban,” jelasnya.

Pihak KM Dharma Ferry kemudian menurunkan sekoci untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Namun upaya awal tersebut belum membuahkan hasil.

Tim SAR gabungan yang menerima laporan segera melakukan operasi pencarian sejak hari pertama dengan menyisir area sungai menggunakan perahu karet serta melakukan pemantauan dari darat. Hingga akhirnya, pada hari ketiga pencarian, korban ditemukan mengapung di atas permukaan air.

Korban ditemukan sekitar 0,8 nautical mile (NM) atau kurang lebih 1,5 kilometer ke arah hilir dari lokasi kejadian awal. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.

I Made Junetra mengimbau kepada seluruh pengguna jasa transportasi air dan ABK Kapal agar selalu berhati-hati dan mematuhi prosedur keselamatan selama berada di atas kapal.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengingatkan agar selalu menggunakan alat keselamatan dan waspada terhadap kondisi sekitar, terutama saat berada di area terbuka kapal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tanamkan Nilai Pancasila, Yayasan Sepakat Hadirkan Motivasi bagi Anak Binaan LPKA

8 Juni 2026 - 11:30 WIB

Bawaslu Kubu Raya Gandeng Tiga Perguruan Tinggi Perkuat Pengawasan Partisipatif Pemilu

5 Juni 2026 - 09:28 WIB

Bawaslu Kubu Raya Awasi Pemutakhiran Data Partai Politik Semester I Tahun 2026

3 Juni 2026 - 16:19 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026, Kemendagri Dorong Ketahanan Pangan sebagai Wujud Implementasi Nilai Pancasila di Kubu Raya

1 Juni 2026 - 06:59 WIB

Momentum Hari Lahir Pancasila Jadi Semangat Membangun Bangsa

1 Juni 2026 - 06:55 WIB

Trending di Kubu Raya