Gagasankalbar.com – Seminar bertajuk “Peluang dan Tantangan bagi UMKM di Era Digital” resmi digelar di Aula Kantor Wali Kota Singkawang pada Senin, 17 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Kota Singkawang, Ketua PDM Kota Singkawang, MD KAHMI Kota Singkawang, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Singkawang, Bank BNI Kota Singkawang, hingga berbagai Organisasi Otonom (Ortom) di lingkungan Kota Singkawang.
Salah satu pemateri dari Kementerian UMKM RI, Ajie Kurniawan, menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tengah menyiapkan sebuah sistem terpadu bernama SAPA UMKM. Sistem ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025 dan diharapkan mampu mempermudah berbagai fasilitas layanan bagi para pengusaha UMKM, mulai dari perizinan, pembiayaan, pendampingan, hingga akses pemasaran.
Ajie menjelaskan bahwa digitalisasi menjadi kunci dalam percepatan layanan dan perlindungan bagi pengusaha UMKM. Melalui pemanfaatan teknologi, pengusaha UMKM dapat lebih mudah mengakses layanan perizinan dan sertifikasi seperti NIB, BPOM, PIRT, Sertifikasi Halal, hingga SNI sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing usaha.
Selain itu, Ajie juga mendorong peranan Bank Himbara, termasuk BNI, untuk bekerja lebih maksimal dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pengusaha UMKM di Kalimantan Barat. Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut selaras dengan arahan Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, yang menyampaikan bahwa KUR merupakan instrumen penting bagi kemajuan ekonomi masyarakat.
“Data menunjukan bahwa Penyaluran KUR di sektor produksi mengalami peningkatan melebihi target awal yang ditentukan yaitu mencapai 60,7% sejak program ini dimulai. Pak Menteri sangat optimis bahwa hingga akhir 2025, target penyaluran KUR sektor produksi dapat mencapai 61%,” ujar Ajie.
Di akhir sesi, Ajie menyampaikan “Pesan UMKM” kepada seluruh peserta. Ia menekankan bahwa pemanfaatan digitalisasi merupakan faktor utama untuk mempercepat kemajuan usaha, memperkuat daya saing, serta memperluas jangkauan pasar. Dengan memaksimalkan teknologi, UMKM Indonesia berpotensi menguasai pasar domestik bahkan menembus pasar ekspor, dengan catatan produk yang dihasilkan harus kreatif, inovatif, dan sesuai kebutuhan pasar modern.
Seminar ini diharapkan menjadi pemicu semangat baru bagi pelaku UMKM di Kota Singkawang dalam menghadapi tantangan digital sekaligus memanfaatkan peluang besar di era ekonomi berbasis teknologi. *(Ewok)










