Gagasankalbar.com – Teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini kian akrab dengan kehidupan sehari-hari. Salah satunya dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali kenangan bersama orang tercinta yang telah tiada. Belakangan, tren mengedit foto menggunakan AI dengan orang yang sudah meninggal ramai di media sosial dan menjadi sarana nostalgia bagi banyak orang.
Melalui teknologi ini, foto lama bisa diproses sehingga tampak seperti seseorang kembali berpose atau berfoto bersama almarhum. Hasilnya terlihat nyata dan memunculkan suasana emosional yang mendalam. Banyak warganet mengaku terharu ketika melihat kembali potret mereka bersama orang tua, pasangan, atau sahabat yang telah pergi.
Fenomena ini dianggap memberi ruang penyembuhan (healing) dan menjadi cara baru mengenang. “Senang campur sedih, biarpun nda nyata setidaknya bisa lihat, bisa merasakan dipeluk,” ujar Putri, salah satu pengguna aplikasi AI, saat dihubungi Gagasankalbar.com.
Meski menuai pro dan kontra, tren edit foto AI dengan orang yang sudah meninggal menunjukkan bahwa teknologi kini bukan sekadar soal kemudahan, tetapi juga menyentuh sisi emosional manusia. Bagi banyak orang, hasil foto tersebut bukan sekadar karya digital, melainkan jembatan kecil untuk bernostalgia dengan mereka yang telah tiada. *(Ewok)










