GMNI Kalbar Turun ke Jalan, Enam Tuntutan Menggema di “September Menggugat” - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Presiden Mahasiswa Polnep Dilaporkan ke Polisi Usai Aksi Demo 8 April 2026 GMKI Pontianak Soroti Upah Layak hingga Perlindungan Buruh Jelang May Day 2026 Naik Dango ke-41 Dipusatkan di Desa Lingga, Momentum Pelestarian Budaya Dayak Merawat Gerakan Sebagai Sumber Penghidupan; Kepemimpinan Perempuan, Adaptasi Iklim dan Keadilan Akses Penguatan Literasi Keuangan sebagai Benteng Masyarakat dari Ancaman Investasi Bodong FH UM Pontianak Gelar Rapat Senat Terbuka Yudisium 2026

Kalimantan Barat

GMNI Kalbar Turun ke Jalan, Enam Tuntutan Menggema di “September Menggugat”

badge-check


					GMNI Kalbar Turun ke Jalan, Enam Tuntutan Menggema di “September Menggugat” Perbesar

Gagasankalbar.com – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalimantan Barat kembali menggelar aksi demonstrasi serentak bertajuk September Menggugat, Senin (1/9). Aksi ini dimulai dari Bundaran Tugu Digulis Universitas Tanjungpura dan berlanjut menuju Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Barat.

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam GMNI Kalbar menyuarakan sejumlah tuntutan yang dianggap mewakili keresahan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun daerah. Mereka menilai berbagai persoalan publik belum ditangani secara bijak oleh aparat maupun pembuat kebijakan.

“Aksi ini lahir dari akumulasi keresahan masyarakat yang selama ini diabaikan. Kami turun ke jalan sebagai bentuk konsistensi dan kesungguhan dalam memperjuangkan aspirasi rakyat,” tegas Ketua GMNI Kalbar, Dheova Situmorang, dalam orasinya di depan gedung DPRD.

Adapun enam tuntutan utama yang disampaikan dalam aksi tersebut meliputi:

  1. Menurunkan tunjangan DPR RI.
  2. Mencopot Kapolri.
  3. Mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset.
  4. Mengevaluasi kinerja Satgas PKH di Kalimantan Barat.
  5. Menuntut pemerataan sarana dan prasarana pendidikan di Kalimantan Barat.
  6. Mengawal realisasi 19 juta lapangan pekerjaan.

Aksi yang berlangsung secara damai ini juga menjadi refleksi kritis mahasiswa terhadap kinerja lembaga legislatif dan aparat negara. GMNI Kalbar mendesak agar para pemangku kepentingan lebih berpihak pada kepentingan publik, khususnya masyarakat Kalimantan Barat yang masih menghadapi ketimpangan akses dan layanan.

“Kami tidak hanya menyuarakan tuntutan, tetapi juga mengajak semua pihak untuk membuka ruang dialog yang konstruktif demi perbaikan kebijakan,” tambah Dheova.

Aksi September Menggugat ini merupakan bagian dari rangkaian gerakan mahasiswa yang digelar serentak di berbagai wilayah Kalimantan Barat, sebagai bentuk solidaritas dan konsistensi perjuangan. *(Ewok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jaringan Rumah Diskusi Gelar Nobar dan Diskusi Film “Pesta Babi”, Puluhan Pemuda Pontianak Serukan “Papua Bukan Tanah Kosong”

20 April 2026 - 12:54 WIB

Masjid Raya Mujahidin Pontianak Gelar I’tikaf 10 Malam Terakhir Ramadan, Remaja Mujahidin Siapkan 1.000 Porsi Sahur

13 Maret 2026 - 01:19 WIB

Fenty Noverita Soroti 2.548 Anak Putus Sekolah di Kalbar, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

12 Februari 2026 - 09:11 WIB

Opini Hukum: Akhlakul Karimah sebagai Fondasi Penegakan Hukum

7 Januari 2026 - 13:52 WIB

MW KAHMI Kalbar Canangkan Jalan Sehat Rutin, Siapkan Agenda Akbar Milad HMI

28 Desember 2025 - 10:43 WIB

Trending di Kalimantan Barat