Gagasankalbar.com – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalimantan Barat kembali menggelar aksi demonstrasi serentak bertajuk September Menggugat, Senin (1/9). Aksi ini dimulai dari Bundaran Tugu Digulis Universitas Tanjungpura dan berlanjut menuju Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Barat.
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam GMNI Kalbar menyuarakan sejumlah tuntutan yang dianggap mewakili keresahan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun daerah. Mereka menilai berbagai persoalan publik belum ditangani secara bijak oleh aparat maupun pembuat kebijakan.
“Aksi ini lahir dari akumulasi keresahan masyarakat yang selama ini diabaikan. Kami turun ke jalan sebagai bentuk konsistensi dan kesungguhan dalam memperjuangkan aspirasi rakyat,” tegas Ketua GMNI Kalbar, Dheova Situmorang, dalam orasinya di depan gedung DPRD.
Adapun enam tuntutan utama yang disampaikan dalam aksi tersebut meliputi:
- Menurunkan tunjangan DPR RI.
- Mencopot Kapolri.
- Mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset.
- Mengevaluasi kinerja Satgas PKH di Kalimantan Barat.
- Menuntut pemerataan sarana dan prasarana pendidikan di Kalimantan Barat.
- Mengawal realisasi 19 juta lapangan pekerjaan.
Aksi yang berlangsung secara damai ini juga menjadi refleksi kritis mahasiswa terhadap kinerja lembaga legislatif dan aparat negara. GMNI Kalbar mendesak agar para pemangku kepentingan lebih berpihak pada kepentingan publik, khususnya masyarakat Kalimantan Barat yang masih menghadapi ketimpangan akses dan layanan.
“Kami tidak hanya menyuarakan tuntutan, tetapi juga mengajak semua pihak untuk membuka ruang dialog yang konstruktif demi perbaikan kebijakan,” tambah Dheova.
Aksi September Menggugat ini merupakan bagian dari rangkaian gerakan mahasiswa yang digelar serentak di berbagai wilayah Kalimantan Barat, sebagai bentuk solidaritas dan konsistensi perjuangan. *(Ewok)










