GAGASANKALBAR.COM, PONTIANAK- Di awal tahun 2025 ini beberapa wilayah Kalimantan Barat mengalami bencana banjir. Enam Kabupaten di Kalimantan Barat terendam banjir sejak pertengahan tahun 2025 yang hampir melumpuhkan aktivitas warga. Salah satu wilayah di Kalimantan Barat yang terdampak banjir terdapat di Desa Darit yang terletak di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Bencana banjir yang terjadi mengakibatkan puluhan rumah warga terendam, dan membuat warga susah untuk beraktivitas dan banyak mengalami kerugian.
Berdasarkan informasi dari ketua pengurus masjid, Masrodijo Umar mengungkapkan pasang air laut yang semakin tinggi dan ditambah guyuran hujan deras. Sehingga tidak hanya rumah warga yang terendam banjir, juga merendam beberapa akses jalan menuju ke Darit, sehingga melumpuhkan aktivitas warga Darit untuk sementara waktu hingga banjir mulai surut.
“Kondisi banjir kali ini lebih parah dibanding sebelumnya. Ketinggian air meningkat drastis dibanding tahun-tahun lalu. Kemarin banjir sempat surut tapi hari ini ketinggian air mulai naik lagi, Bencana banjir ini tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga melumpuhkan perekonomian warga.” Ungkap Masrodijo Umar Selasa (28/1/2025)
Warga desa hanya bisa pasrah dan bersiaga atas bencana banjir, namun warga sangat berharap perhatian serius dari pemerintah daerah untuk terjun langsung mengatasi dan memberikan bantuan yang memadai.
Muhammad Akmal kabid ptkp HMI Cabang Pontianak bagi para korban bencana banjir yang terjadi di Desa Darit. Bantuan yang diperoleh kemudian langsung disalurkan ke Desa Darit agar bantuan dapat segera digunakan.
”Dengan adanya beberapa daerah yang terkena bencana banjir, kami menginisiasi untuk bergerak turun ke jalan melakukan aksi penggalangan dana di daerah sekitar dengan ini harapannya kepada pihak pihak pemuda dan mahasiswa agak sedikit peka terhadap sesama,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sebagai bagian dari Organisasi Kemasyarakatan Pemuda, kami berkomitmen untuk turut berkontribusi dalam upaya penanggulangan bencana banjir. Kami melakukan penggalangan dana, penyaluran bantuan logistik untuk korban bencana banjir.
Menanggapi bencana banjir ini, Ketua Umum HMI Cabang Pontianak, Salwa Khairunnisa mengajak seluruh pihak untuk berkerjasama membantu korban bencana banjir.
“Bencana banjir yang terjadi saat ini merupakan tanggung jawab kita bersama, terutama untuk pemerintah daerah. Bencana banjir di wilayah Kalimantan Barat ini sudah sering kali terjadi, namun tahun ini adalah yang terparah. Kita berharap Kepala Daerah cepat tanggap dalam penanganan bencana, sehingga dapat meminimalisir resiko resiko yang terjadi. Dan kita juga berharap segala bentuk bantuan untuk yang terdampak banjir dapat tersalurkan dengan baik”, tambahnya.
Koordinator Aksi penggalangan dana Muhammad Akmal mengatakan bantuan yang disalurkan dalam berbagai bentuk logistik tersebut diantaranya terdiri dari beras, mie instan, alat penerangan, air mineral, makanan kaleng, baju bekas dan lain sebagainya.
“Bantuan yang disalurkan ini dari hasil penggalangan dana 2 hari berturut-turut, mulai dari hari sabtu sampai minggu di area Car Free Day dan Lampu Merah Perempatan ayani Pontianak dengan jumlah total Rp. 1.910.000, itupun ditambah dari berbagai elemen mahasiswa ataupun donatur lainnya,” ujarnya, Selasa (28/1/2025).
“Sebagai bagian dari Organisasi Kemasyarakatan Pemuda, kami berkomitmen untuk turut berkontribusi dalam upaya penanggulangan bencana banjir. Kami melakukan penggalangan dana, penyaluran bantuan logistik untuk korban bencana banjir. Dengan adanya beberapa daerah yang terkena bencana banjir, kami menginisiasi untuk bergerak turun ke jalan melakukan aksi penggalangan dana di daerah sekitar dengan ini harapannya kepada pihak pihak pemuda dan mahasiswa agak sedikit peka terhadap sesama” Muhammad Akmal kabid ptkp HMI Cabang Pontianak










