Harapan Tinggal Nama, Enam Tahun PDAM di Sungai Raya Dalam Kubu Raya Mandek, Warga Masih Gunakan Air Tanah Hitam - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Australia Taklukkan Turki 2-0 di Penyisihan Grup D Piala Dunia 2026 Skotlandia Amankan Tiga Poin Perdana, Taklukkan Haiti 1-0 di Grup C Piala Dunia 2026 Polsek Belitang Hilir Bongkar Arena Sabung Ayam di Dusun Beruduk Qatar Selamat dari Kekalahan, Tahan Imbang Swiss 1-1 di Grup B Brasil Ditahan Imbang Maroko 1-1 di Laga Perdana Grup C Piala Dunia 2026 Zuri Hotel Management Himpun 600 Kantong Darah

Kubu Raya

Harapan Tinggal Nama, Enam Tahun PDAM di Sungai Raya Dalam Kubu Raya Mandek, Warga Masih Gunakan Air Tanah Hitam

badge-check


Harapan Tinggal Nama, Enam Tahun PDAM di Sungai Raya Dalam Kubu Raya Mandek, Warga Masih Gunakan Air Tanah Hitam Perbesar

KUBU RAYA, GAGASANKALBAR.COM – Janji manis proyek penyediaan air bersih PDAM Kubu Raya yang sempat menghembuskan harapan besar bagi warga Komplek Bhayangkara Permai dan Nuansa Serdam Residence, Kecamatan Sungai Raya, kini tinggal kenangan. Enam tahun sejak pemasangan pipa pada 2019, air bersih tak kunjung mengalir ke rumah-rumah warga.

 

Pipa-pipa yang terpasang rapi kini hanya menjadi saksi bisu janji-janji yang tak pernah ditepati. Warga mengaku kecewa dan merasa telah dibohongi. Yayan, salah satu warga yang rumahnya sudah terpasang meteran air sejak awal proyek.

 

“Pemasangan sampai ke dalam kompleks, sampai ke rumah-rumah. Tapi airnya? Nggak ada ujung pangkalnya. Dulu sempat senang, sekarang malah tambah kesal!” ujar Yayan, Sabtu (26/4/2025).

 

Menurutnya, proyek tersebut hanya berhenti di pemasangan fisik pipa tanpa kelanjutan yang jelas. “Dari 2019 sampai sekarang cuma kilometernya saja yang ada. Airnya entah kemana, hidup segan mati tak mau,” tambahnya.

 

Ironisnya, ketika warga menanyakan alasan air tak kunjung mengalir, mereka hanya diberi jawaban bahwa kuota minta di tambah. Penjelasan ini dianggap tak masuk akal, mengingat layanan air bersih belum pernah dirasakan warga.

 

“Katanya kuota harus ditambah, padahal airnya saja belum pernah dirasakan! Kuota macam apa itu? Barangnya saja belum jelas kok bisa bicara soal kuota?” ucap Yayan geram.

 

Hingga kini, warga masih mengandalkan air tanah berwarna hitam pekat untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi tanah gambut di kawasan tersebut membuat kualitas air sangat memprihatinkan.

 

“Kami terpaksa mandi, masak, bahkan minum dari air yang kualitasnya jauh dari layak,” ungkapnya.

 

Pipa-pipa PDAM yang terbentang sepanjang kompleks kini hanya menjadi monumen bisu atas kegagalan proyek infrastruktur. Dulu disebut-sebut sebagai proyek percontohan, kini justru menjadi contoh buruk tata kelola layanan publik.

 

Warga pun berharap adanya perubahan nyata seiring pergantian kepemimpinan di Kabupaten Kubu Raya.

 

“Kami sangat mengharapkan pemerintahan yang baru ini bisa bantu. Tolong, air bersih itu kebutuhan hidup kami,” tutupnya Yayan penuh harap. RED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Atlet Tinju Kubu Raya Irnanda Firmanda Ikuti Pelatnas di Bogor, Bidik Kejuaraan Asian Boxing U-19 dan U-23

13 Juni 2026 - 06:44 WIB

Imbas Kenaikan BBM Non-subsidi Diduga Picu Pertalite SPBU Nusa Asia Wonodadi Langka, Bupati Kubu Raya Angkat Bicara

12 Juni 2026 - 06:18 WIB

Bawaslu Kubu Raya Perkuat Jaringan Pengawasan Partisipatif Perempuan Bersama Nasyiatul Aisyiyah

12 Juni 2026 - 06:15 WIB

Pengurus Pemuda Katolik Kubu Raya Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Siap Tancap Gas Layani Masyarakat

11 Juni 2026 - 02:03 WIB

Habib Abdurahman Hafis Almuthahar Ucapkan Selamat kepada Ade Jona Prasetyo atas Terpilihnya sebagai Ketua Umum HIPMI

11 Juni 2026 - 02:01 WIB

Trending di Kubu Raya