Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Gelar Aksi Kamisan di Bundaran Digulis, Soroti Isu HAM dan Supremasi Sipil Karhutla Berulang di Konsesi Korporasi: 1.351 Titik Api Ungkap Kegagalan Penegakan Hukum KPAD Kayong Utara dan SP3APMD Koordinasi ke Polres Kubu Raya, Bahas Perkembangan Kasus Dugaan Kekerasan Santri Grand Final Pemilihan Lanceng Praben Digelar 4 April 2026 di Qubu Resort KPAD Kayong Utara dan Dinas SP3APMD Kawal Kasus Dugaan Kekerasan Santri di Kubu Raya Komitmen Reformasi Organisasi, Ratih Mutiara Resmi Calon Ketua PERADI SAI Mataram, 10 Program Prioritas Disiapkan

Pontianak

Wamen HAM Mugiyanto Ajak Mahasiswa UPB Pontianak Jadi Penggerak HAM Digital

badge-check


					Wamen HAM Mugiyanto Ajak Mahasiswa UPB Pontianak Jadi Penggerak HAM Digital Perbesar

Gagasankalbar.com – Wakil Menteri Hak Asasi Manusia, Mugiyanto, membuka kuliah umum di Kampus Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak, Sabtu (15/11/2025), dengan satu penegasan: generasi muda merupakan simpul masa depan HAM Indonesia. Di hadapan ratusan mahasiswa dari berbagai kampus, ia menempatkan mahasiswa—terutama generasi Z—sebagai kelompok strategis di tengah derasnya arus digital.

“Mahasiswa itu kunci untuk penguatan hak asasi manusia. Mereka sangat vital sebagai pengguna media sosial,” ujar Mugiyanto.

“Kami ingin mahasiswa menjadi spokesperson terkait HAM, keberagaman, toleransi, dan hal-hal yang baik, termasuk kemampuan berpikir kritis,” tambahnya.

Pernyataan tersebut menjadi titik tekan kuliah umum yang berlangsung hangat dan interaktif. Dalam pemaparannya, Mugiyanto menilai pola digital Gen Z sebagai peluang besar. Ruang maya tidak hanya menjadi tempat ekspresi, tetapi juga ruang penyebaran nilai. Ia menempatkan mahasiswa sebagai penggerak wacana yang mampu menantang narasi intoleransi sekaligus memperkuat keberagaman.

Asa dari Suara Kampus

Mugiyanto juga menyinggung kedekatannya dengan UPB Pontianak. Menurutnya, kampus yang aktif berdiskusi isu-isu sosial tersebut memiliki energi akademik yang kuat. Banyak mahasiswa terlibat dalam riset, advokasi, hingga forum hak asasi manusia.

“UPB ini hidup, dinamis, dan punya energi mahasiswa yang kuat,” ujarnya.

Ia berharap UPB dapat menjadi pusat pemikiran yang memperluas cakupan isu HAM. Peran pimpinan kampus dinilai penting untuk memastikan nilai-nilai HAM masuk ke ruang kelas, organisasi mahasiswa, hingga kegiatan pengabdian masyarakat.

Pada bagian akhir kuliah umum, Mugiyanto menyampaikan rencana Kementerian Hukum dan HAM untuk menjalin kerja sama lebih erat dengan UPB Pontianak. Kerja sama itu mencakup penyusunan usulan kebijakan terkait masyarakat adat serta penguatan regulasi HAM yang berpihak pada kelompok rentan.

UPB dinilainya memiliki kapasitas akademik solid, terutama Fakultas Hukum yang aktif menyumbang kajian kebijakan. Selain itu, posisi Rektor UPB Pontianak, Dr. Purwanto, sebagai Koordinator Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Kalbar, membuat kampus ini strategis mendorong kolaborasi lintas kampus di wilayah tersebut.

“Kami ingin bekerja sama dengan erat untuk melakukan penguatan HAM di Indonesia melalui kampus,” tegas Mugiyanto.

Kuliah umum itu menegaskan kembali pentingnya kehadiran juru bicara baru di ruang digital: mahasiswa yang peka, kritis, dan berani menjaga nilai kemanusiaan. ***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mahasiswa Gelar Aksi Kamisan di Bundaran Digulis, Soroti Isu HAM dan Supremasi Sipil

3 April 2026 - 04:40 WIB

Tiga Kecelakaan Perairan Warnai Arus Mudik, Kantor SAR Pontianak Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan

25 Maret 2026 - 02:20 WIB

ANAK 8 TAHUN TENGGELAM SAAT MANDI DI SUNGAI KAPUAS, TIM SAR LAKUKAN PENCARIAN

21 Maret 2026 - 04:32 WIB

Sedekah Berantai PDNA Kota Pontianak Masuki Satu Dekade, Puluhan Paket Sembako Disalurkan

20 Maret 2026 - 06:13 WIB

Kolaborasi IKAMI Sulsel–HIPMI PT Pontianak, “Ramadhan Beriman” Hadirkan Kepedulian untuk Panti Asuhan

18 Maret 2026 - 19:42 WIB

Trending di Pontianak