Menu

Mode Gelap
KPAD Kayong Utara dan SP3APMD Koordinasi ke Polres Kubu Raya, Bahas Perkembangan Kasus Dugaan Kekerasan Santri Grand Final Pemilihan Lanceng Praben Digelar 4 April 2026 di Qubu Resort KPAD Kayong Utara dan Dinas SP3APMD Kawal Kasus Dugaan Kekerasan Santri di Kubu Raya Komitmen Reformasi Organisasi, Ratih Mutiara Resmi Calon Ketua PERADI SAI Mataram, 10 Program Prioritas Disiapkan Kematian Santri di Kubu Raya Dinilai Janggal, MW KAHMI Kalbar Dampingi Keluarga Tempuh Jalur Hukum Reuni Akbar Alumni SMA Negeri 7/1 Sungai Raya, Ajang Silaturahmi Lintas Generasi

Opini, Gagasan dan Analisis

Tantangan Komunikasi di Era Digital Informasi dan Etika

badge-check


					Tantangan Komunikasi di Era Digital Informasi dan Etika Perbesar

Oleh : Santoso Setio
Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi
Universitas Muhammadiyah Jakarta

Gagasankalbar.com – Perkembangan dunia digital terus membawa tantangan baru dalam praktik komunikasi di tengah masyarakat. Kemajuan teknologi dan dominasi media sosial membuat arus informasi bergerak semakin cepat, masif, dan sulit dibendung. Dalam kondisi ini, viralitas kerap menjadi ukuran utama perhatian publik, bahkan sering kali mengesampingkan akurasi dan verifikasi informasi.

Perubahan tersebut turut memengaruhi pola konsumsi berita masyarakat. Media sosial tidak lagi sekadar menjadi ruang interaksi, tetapi telah beralih fungsi sebagai sumber utama informasi. Sayangnya, tidak semua konten yang beredar disertai dengan tanggung jawab etika dan prinsip jurnalistik yang memadai, sehingga berpotensi memicu misinformasi dan disinformasi.

Ilmu Komunikasi hadir sebagai bidang keilmuan yang mengkaji fenomena ini secara kritis. Mulai dari proses produksi pesan, cara penyebaran informasi, hingga bagaimana audiens menafsirkan dan merespons pesan, semuanya menjadi bagian penting dalam memahami dinamika komunikasi di era digital. Aspek etika komunikasi, literasi media, serta peran komunikator dalam membangun kepercayaan publik menjadi fokus utama dalam menghadapi tantangan tersebut.

Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan berpikir kritis menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Tidak hanya sebagai konsumen informasi, publik juga berperan sebagai penyebar pesan. Oleh karena itu, tanggung jawab dalam menyampaikan informasi secara akurat, berimbang, dan etis menjadi kunci utama dalam membangun opini publik yang sehat.

Dengan komunikasi yang bertanggung jawab dan berbasis pada nilai kebenaran, ruang publik digital diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran informasi yang edukatif, mencerahkan, serta mampu mendorong terciptanya masyarakat yang lebih kritis dan sadar media.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Prokrastinasi Akademik Mahasiswa: Lemahnya Self-Regulation dan Normalisasi Kebiasaan Menunda

7 Maret 2026 - 16:48 WIB

Sedikit-Sedikit Kok MBG? Saat Ruang Publik Terlalu Mudah Menyederhanakan Masalah

14 Februari 2026 - 05:07 WIB

Remaja Masjid dan Tantangan Komunikasi di Era Digital: Menjaga Dakwah di Tengah Arus Media Sosial

4 Februari 2026 - 13:03 WIB

Momentum Hari Santri 2025: Stop Stigma, Bubarkan Pesantren?

9 Oktober 2025 - 18:25 WIB

Suhedi Kalbar

Masa Depan Penerimaan Negara di Era Digital: Kabar dari Ujung Negeri

31 Agustus 2025 - 11:14 WIB

Trending di Opini, Gagasan dan Analisis