Gagasankalbar.com — Selasa, 18 Agustus 2026. Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 23 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura (FISIP UNTAN) berkolaborasi dengan Karang Taruna Dusun Sameang menggelar Festival Generasi Anak di Dusun Sameang, Desa Aur Sampuk, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian semarak Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Festival Generasi Anak menjadi puncak dari tiga rangkaian program pendidikan berkelanjutan yang dilaksanakan KKM 23 FISIP UNTAN selama berada di Desa Aur Sampuk. Rangkaian tersebut dirancang sebagai upaya menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak sekaligus menumbuhkan karakter, keberanian, kreativitas, serta semangat untuk terus mengenal dan menghargai pendidikan.

Kegiatan ini dibuka dan dihadiri oleh Kepala Desa Aur Sampuk, Ruspiandi, bersama perangkat desa, Karang Taruna Dusun Sameang, masyarakat setempat, serta dewan guru SDN 23 Seginah dan SDN 04 Sepatah. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya dukungan bersama terhadap upaya penguatan pendidikan dan pengembangan potensi anak-anak di Desa Aur Sampuk.
Kolaborasi antara KKM 23 FISIP UNTAN dan Karang Taruna Dusun Sameang menjadi wujud keterlibatan bersama dalam menghadirkan ruang bagi anak-anak desa untuk belajar, berkarya, berinteraksi, dan berprestasi. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang positif bagi tumbuh kembang anak.
Mengambil momentum peringatan kemerdekaan, Festival Generasi Anak menjadi ruang bagi anak-anak untuk merasakan semangat kebersamaan dalam suasana perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia. Berbagai kegiatan yang melibatkan anak-anak dikemas secara edukatif dan menyenangkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai nasionalisme, keberanian, kreativitas, dan kepercayaan diri sejak dini.
Kepala Desa Aur Sampuk, Ruspiandi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi anak-anak, khususnya yang berada di Desa Aur Sampuk, agar semakin giat belajar dan berprestasi.
“Kegiatan ini kami harapkan dapat menjadi motivasi bagi anak-anak, khususnya yang berada di Desa Aur Sampuk, agar semakin giat belajar dan berprestasi. Kami juga berharap anak-anak yang tumbuh melalui pendidikan nantinya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik di tingkat desa, Kabupaten Landak, maupun Kalimantan Barat,” ujar Ruspiandi.
Pelaksanaan program ini turut menjadi bagian dari kontribusi KKM 23 FISIP UNTAN dalam mendukung pencapaian SDGs Desa tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Desa Berkualitas. Pendidikan dalam konteks tersebut tidak hanya dimaknai sebagai proses belajar di ruang kelas, tetapi juga sebagai proses membangun karakter, membuka wawasan, serta menumbuhkan keberanian anak-anak untuk memiliki cita-cita dan melihat pendidikan sebagai bagian dari perjalanan masa depan mereka.
Salah satu anggota KKM 23 FISIP UNTAN, Muhammad Haikal Al Idrus, mengatakan bahwa rangkaian program pendidikan yang dilaksanakan selama KKM diharapkan dapat memberikan dorongan bagi anak-anak untuk terus belajar dan memiliki pandangan yang lebih luas terhadap masa depan.
“Program ini kami harapkan dapat menumbuhkan motivasi dan semangat belajar bagi para penerus generasi desa, khususnya anak-anak di Desa Aur Sampuk. Kami ingin memberikan ruang bagi mereka untuk belajar dengan cara yang menyenangkan, berani menunjukkan potensi, serta mulai membangun cita-cita. Karena bagi kami, pendidikan bukan hanya tentang apa yang diperoleh di dalam kelas, tetapi juga tentang bagaimana anak-anak memiliki keyakinan bahwa mereka mampu berkembang dan memberikan kontribusi bagi desa serta daerahnya di masa depan,” tutur Haikal.
Melalui Festival Generasi Anak, KKM 23 FISIP UNTAN bersama Karang Taruna Dusun Sameang berharap semangat belajar dan tumbuh bersama yang telah dibangun selama rangkaian program dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat Desa Aur Sampuk. Keberlanjutan tersebut diharapkan dapat dilakukan secara mandiri dan gotong royong dengan melibatkan masyarakat sebagai wali dan orang tua, para guru, serta Pemerintah Desa Aur Sampuk dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang dan pendidikan anak-anak.
Dengan demikian, berakhirnya rangkaian kegiatan KKM bukan menjadi akhir dari proses yang telah dibangun, melainkan menjadi awal bagi masyarakat untuk melanjutkan semangat pendidikan dan pembentukan karakter anak secara berkelanjutan. Sebab, pendidikan bukan sekadar tentang apa yang dipelajari hari ini, tetapi tentang bagaimana anak-anak desa memiliki ruang untuk percaya bahwa mereka juga berhak bermimpi, berkembang, dan menentukan masa depannya.

















Komentar ditutup.