Gagasankalbar.com — Minimnya kegiatan pengajaran ilmu agama di Desa Teluk Nibung, Kecamatan Batu Ampar, menjadi perhatian serius para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Darul Ulum Kubu Raya yang saat ini tengah melaksanakan program pengabdian di wilayah tersebut.
Hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa kegiatan pendidikan agama, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa, belum berjalan secara optimal. Keterbatasan tenaga pengajar, kurangnya program keagamaan terjadwal, serta minimnya sarana pendukung menjadi hambatan utama dalam pengembangan pendidikan keagamaan di desa itu.
Koordinator lapangan KKN, Muhammad Nauval, menjelaskan pada Selasa, 9 Desember 2025, bahwa kondisi tersebut menyebabkan sebagian anak-anak tidak mendapatkan pendidikan agama secara terstruktur.
“Banyak anak-anak yang hanya belajar mengaji pada waktu tertentu saja, itupun tergantung ketersediaan ustadz yang jumlahnya sangat terbatas. Pembelajaran agama belum berlangsung secara rutin,” ujarnya.
Sejumlah warga juga mengakui bahwa pengajaran agama di desa masih jauh dari ideal. Kesibukan orang tua serta belum adanya lembaga pendidikan agama yang khusus membuat penanaman nilai-nilai keislaman lebih banyak bergantung pada masing-masing keluarga.
Melihat kondisi ini, mahasiswa KKN STIT Darul Ulum Kubu Raya berinisiatif menjalankan beberapa program untuk memperkuat pendidikan agama di Desa Teluk Nibung. Program-program tersebut antara lain:
Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Rutin
Kegiatan dilaksanakan setiap sore dengan materi membaca Al-Qur’an, dasar-dasar fikih, dan pembelajaran akhlak.
Pengajian Ibu-Ibu
Dirancang untuk memperluas pemahaman keagamaan masyarakat melalui metode penyampaian yang sederhana dan mudah dipahami.
Pembiasaan Nilai-Nilai Keislaman
Mahasiswa menggelar kultum, tausiyah, serta permainan edukatif bernuansa Islami untuk menarik minat generasi muda.
Salah satu mahasiswa KKN, Fitriani, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat, terutama anak-anak, sangat tinggi terhadap program-program tersebut.
“Antusias anak-anak sangat luar biasa. Setiap sore mereka datang lebih awal untuk belajar. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi awal yang baik bagi peningkatan pendidikan agama di desa ini,” tuturnya.
Kepala Desa Teluk Nibung, Gunawan, turut menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa KKN dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama di wilayahnya. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut.
“Kami merasa sangat terbantu. Semoga ada tindak lanjut dari masyarakat dan lembaga pendidikan agar kegiatan keagamaan ini bisa berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan hadirnya program-program tersebut, masyarakat Teluk Nibung berharap pendidikan agama dapat berkembang lebih baik sehingga mampu membentuk karakter generasi muda yang berakhlak dan berpengetahuan islami.










