Gagasankalbar.com – Mahasiswa dari berbagai aliansi di Kota Pontianak menggelar Aksi Kamisan pada Kamis, 2 April 2026 di Bundaran Digulis. Aksi tersebut menjadi bentuk protes terhadap berbagai persoalan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia, sekaligus menyuarakan tuntutan penegakan supremasi sipil serta pengusutan kasus kekerasan terhadap para aktivis.
Dengan mengenakan pakaian serba hitam dan membawa sejumlah poster tuntutan, para peserta aksi secara bergantian menyampaikan orasi. Mereka menyoroti sejumlah kasus pelanggaran HAM yang dinilai belum terselesaikan hingga saat ini.
Koordinator aksi, Syariful Hidayatullah, menegaskan pentingnya supremasi sipil dalam menjaga keberlangsungan demokrasi di Indonesia.
“Supremasi sipil adalah fondasi utama demokrasi. Kami ingin memastikan aparat tetap berada dalam kontrol sipil agar tidak terjadi tindakan sewenang-wenang yang merugikan masyarakat,” ujarnya saat ditemui di lokasi aksi.
Ia juga menambahkan bahwa gerakan ini akan terus dilakukan hingga keadilan benar-benar ditegakkan oleh negara. “Kami akan terus bersuara sampai keadilan ditegakkan. Negara harus hadir dan melindungi setiap warganya,” tegasnya.
Aksi Kamisan di Bundaran Digulis berlangsung dengan tertib di bawah pengawasan aparat kepolisian. Para mahasiswa berharap, melalui aksi ini, pemerintah dapat lebih serius dalam menuntaskan berbagai kasus pelanggaran HAM serta menjamin perlindungan terhadap kebebasan sipil di Indonesia.









