Gagasankalbar.com – Program KREASI Muhammadiyah Kabupaten Kayong Utara menggelar kegiatan Dialog Publik Penguatan Forum Anak, Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), dan Satuan Tugas Tindak Pidana Kekerasan (Satgas TPPK) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Mahkota, Kabupaten Kayong Utara, dan diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan yang bergerak di bidang perlindungan anak.
Direktur KREASI Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ghufron Amirullah, menegaskan bahwa setiap anak, baik perempuan maupun laki-laki, memiliki hak yang setara untuk memperoleh pendidikan yang paling bermutu. Menurutnya, upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak hari ini merupakan investasi penting untuk masa depan bangsa.
“Perempuan dan laki-laki adalah anak-anak yang seharusnya setara mendapatkan pendidikan yang paling bermutu. Kita sedang merancang masa depan anak-anak,” ujar Ghufron.
Ia juga menyinggung adanya usulan pendirian Sekolah Garuda Baru di Mempawah, yang lulusannya akan ditempatkan di 100 sekolah terbaik di dunia. Ghufron berharap kesempatan tersebut tidak hanya dinikmati oleh anak-anak dari Pulau Jawa.
“Harapan kita, jangan hanya anak-anak dari Jawa yang mengisi sekolah tersebut. Anak-anak dari Sukadana dan Kayong Utara juga harus punya peluang yang sama untuk bergabung dan bersaing,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat Desa (SP3APMD) Kabupaten Kayong Utara, Andri Candra, menyampaikan bahwa masa depan daerah sangat ditentukan oleh kualitas perlindungan terhadap anak saat ini.
“Masa depan Kayong Utara sangat ditentukan oleh sejauh mana hari ini kita mampu memastikan anak-anak tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, sehat, dan bermartabat, bebas dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah,” tegas Andri.
Koordinator KREASI Kayong Utara, Anti Angraini, menjelaskan bahwa dialog publik ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan pemahaman lintas elemen dalam upaya menekan angka kekerasan terhadap anak di daerah tersebut.
“Kita bisa menghadirkan Forum Anak, PATBM, dan Satgas TPPK dalam satu ruangan untuk memperoleh pemahaman bersama, sehingga upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak di Kayong Utara dapat dilakukan secara lebih terpadu,” jelasnya.
Anti juga memaparkan capaian Program KREASI Kayong Utara yang dimulai sejak Februari 2025. Hingga saat ini, progres program telah mencapai 96,3 persen dari target milestone berdasarkan empat outcome yang telah ditetapkan.
“Program ini bergerak untuk perlindungan anak. Kami berkomitmen membantu menekan angka kekerasan di Kayong Utara. Berdasarkan data KPAD, pada tahun 2025 kasus kekerasan terhadap anak tercatat meningkat sebanyak 33 kasus, dan ini menjadi perhatian serius kami,” pungkas Anti.
Melalui kegiatan dialog publik ini, KREASI Kayong Utara berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antar pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak, sekaligus memperkuat sistem perlindungan anak di Kabupaten Kayong Utara.









