Breaking News

Pontianak

IMABA Gelar Nobar dan Diskusi Film Dokumenter Pesta Babi, Bangun Ruang Refleksi Kemanusiaan dan Keadilan Sosial

badge-check

IMABA Gelar Nobar dan Diskusi Film Dokumenter Pesta Babi, Bangun Ruang Refleksi Kemanusiaan dan Keadilan SosialPerbesar

Gagasankalbar.com — Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) berkolaborasi dengan sejumlah komunitas menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter Pesta Babi di Warkop Otentik Pontianak, Minggu (25/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa dan masyarakat untuk melihat persoalan kemanusiaan, lingkungan, budaya, dan keadilan sosial di Papua secara lebih kritis dan mendalam.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bahwa persoalan yang terjadi di Papua tidak hanya dapat dilihat dari sudut pandang ekonomi semata, tetapi juga perlu dikaji melalui pendekatan sosial, budaya, lingkungan, serta hak asasi manusia.

Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga (HAL) IMABA, Rian Hidayat, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap realitas sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya memiliki tanggung jawab belajar di ruang kelas, tetapi juga harus peka terhadap persoalan kemanusiaan dan sosial di sekitar. Film dokumenter ini menjadi media refleksi agar generasi muda mampu berpikir lebih kritis, dialogis, dan humanis,” ujar Rian.

Ia menambahkan bahwa diskusi film dokumenter Pesta Babi diharapkan mampu menghadirkan ruang dialog yang sehat serta membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya keadilan sosial dan penghormatan terhadap masyarakat adat.

Menurut Rian, IMABA memandang film tersebut sebagai media edukasi yang membuka pemahaman tentang perjuangan masyarakat adat Papua dalam mempertahankan tanah, budaya, dan ruang hidup mereka di tengah arus modernisasi dan kepentingan industri.

“Film ini bukan semata-mata berbicara tentang simbol atau tradisi tertentu, tetapi tentang nilai kemanusiaan, penghormatan terhadap budaya, dan pentingnya menjaga keseimbangan alam serta kehidupan sosial,” katanya.

Dalam perspektif keislaman, IMABA menilai bahwa Islam mengajarkan nilai keadilan, penghormatan terhadap martabat manusia, serta tanggung jawab menjaga alam sebagai bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi.

Rian juga menegaskan bahwa menonton dan mendiskusikan film tersebut bukan berarti menyetujui seluruh aspek yang ada di dalamnya, melainkan sebagai upaya memahami realitas sosial secara lebih luas dan bijaksana.

“Islam mengajarkan toleransi, dialog, dan sikap saling memahami dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. Karena itu, kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama agar lahir pemikiran yang lebih adil, damai, dan berkeadaban,” tambahnya.

Melalui kegiatan nobar dan diskusi ini, IMABA berharap semakin banyak ruang-ruang intelektual yang mampu mempertemukan nilai ilmu pengetahuan, kemanusiaan, dan keberagaman budaya dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan harmonis.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kemerdekaan Perempuan dan Anak Harus Diwujudkan dalam Kehidupan Nyata

18 Agu 2026 - 12:15 WIB

Kemerdekaan Perempuan dan Anak Harus Diwujudkan dalam Kehidupan Nyata

Enam Mahasiswa FIKPsi UM Pontianak Ikuti KKN Internasional di Malaysia

18 Agu 2026 - 12:11 WIB

Enam Mahasiswa FIKPsi UM Pontianak Ikuti KKN Internasional di Malaysia

BEM Seka Kalbar dan HMI Komdak Bagikan 10.000 Masker di Hari Kemerdekaan

18 Agu 2026 - 12:09 WIB

BEM Seka Kalbar dan HMI Komdak Bagikan 10.000 Masker di Hari Kemerdekaan

15.000 Orang Ditargetkan Datang ke REI Expo Kalbar 2026

17 Agu 2026 - 00:45 WIB

15.000 Orang Ditargetkan Datang ke REI Expo Kalbar 2026

Warga Gang Muria Dalam Meriahkan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan

15 Agu 2026 - 08:06 WIB

Warga Gang Muria Dalam Meriahkan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
Trending di Pontianak