Menu

Mode Gelap
Hari Ke-4 Pencarian ABK Hilang, Tim SAR Gabungan Sisir Sungai Kapuas di Sanggau Pencerahan Ramadan PWA Kalbar di Panti Asuhan Tunas Islam Rasau Jaya Kantor SAR Pontianak Gelar siaga SAR khusus Lebaran terpadu 1447 H / 2026 Jelang Mudik dan Libur Idul Fitri MW KAHMI Kalbar dan MD KAHMI Kota Pontianak Buka Puasa Bersama di Rumah Walikota Pontianak Merajut Kebaikan Ramadan: BEM Universitas OSO Pontianak Tutup Program Sosial dengan Sahur On The Road Masjid At Tanwir Al Kazhim Salurkan Zakat Bulanan dan Gelar Buka Puasa Bersama Ramadhan 1447 H

Pontianak

HMI Cabang Pontianak Tolak Wacana Pilkada Dipilih DPRD: “Regresi Demokrasi dan Amputasi Kedaulatan Rakyat”

badge-check


					HMI Cabang Pontianak Tolak Wacana Pilkada Dipilih DPRD: “Regresi Demokrasi dan Amputasi Kedaulatan Rakyat” Perbesar

Gagasankalbar.com – Pontianak, 4 Januari 2026, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pontianak secara tegas menyatakan penolakan terhadap wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

HMI menilai gagasan tersebut sebagai bentuk kemunduran demokrasi (Democratic Backsliding) yang berpotensi mengancam prinsip kedaulatan rakyat sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.

Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) HMI Cabang Pontianak, Birin Mustakim, Menegaskan bahwa kedaulatan rakyat tidak dapat direduksi menjadi kedaulatan elite politik di parlemen. Pemindahan mandat politik dari rakyat kepada DPRD dinilai akan memutus relasi akuntabilitas antara kepala daerah dengan masyarakat sebagai pemilik kedaulatan.

“Pilkada langsung merupakan hasil perjuangan panjang reformasi yang menempatkan rakyat sebagai subjek utama dalam demokrasi. Mengembalikan kewenangan tersebut kepada DPRD sama saja dengan melakukan amputasi terhadap hak politik warga negara dan mencederai semangat konstitusi,” tegas Ketua Bidang PPD HMI Cabang Pontianak, Birin Mustakim, dalam keterangan tertulis, Minggu (04/01/2025).

Berdasarkan kajian Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD), HMI Cabang Pontianak menyampaikan tiga alasan fundamental penolakan, yakni:

  1. Menguatnya Dominasi Oligarki dan Politik Transaksional. Pemilihan kepala daerah melalui DPRD dinilai sangat rentan terhadap praktik politik transaksional dan money politics. Mekanisme ini berpotensi melanggengkan kompromi elit dan “politik dagang sapi” antarpartai, sehingga kepala daerah terpilih lebih loyal kepada kepentingan partai dibanding kepentingan rakyat;
  2. Lemahnya Legitimasi Sosial dan Jarak dengan Masyarakat. Secara akademis, kepala daerah yang tidak dipilih langsung oleh rakyat memiliki legitimasi sosial yang lemah. Kondisi ini berpotensi menciptakan jarak sosiopolitik antara pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya di wilayah dengan karakteristik geografis luas seperti Kalimantan Barat;
  3. Generalisasi Keliru atas Persoalan Biaya Politik. HMI menilai alasan tingginya biaya Pilkada sebagai argumen yang keliru arah. Persoalan biaya seharusnya dijawab melalui reformasi sistem kampanye, transparansi pendanaan politik, dan penguatan pengawasan pemilu, bukan dengan mencabut hak pilih rakyat. Efisiensi anggaran tidak boleh dijadikan dalih untuk mengorbankan demokrasi.

Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) HMI Cabang Pontianak, Birin Mustakim, juga menegaskan bahwa Pilkada langsung memiliki keterkaitan erat dengan kualitas pembangunan daerah. Kepala daerah yang memperoleh mandat langsung dari rakyat memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk menghadirkan kebijakan pembangunan yang partisipatif, adil, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Atas dasar tersebut, HMI Cabang Pontianak menyerukan kepada mahasiswa, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat sipil di Kalimantan Barat untuk bersikap kritis serta menolak segala bentuk kebijakan Pilkada yang bersifat regresif.

HMI Cabang Pontianak berkomitmen untuk terus mengawal isu ini melalui kajian ilmiah, diskusi publik, dan langkah-langkah advokasi sebagai bagian dari tanggung jawab moral mahasiswa dalam menjaga demokrasi dan pembangunan daerah.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kantor SAR Pontianak Gelar siaga SAR khusus Lebaran terpadu 1447 H / 2026 Jelang Mudik dan Libur Idul Fitri

16 Maret 2026 - 07:56 WIB

MW KAHMI Kalbar dan MD KAHMI Kota Pontianak Buka Puasa Bersama di Rumah Walikota Pontianak

16 Maret 2026 - 07:52 WIB

Merajut Kebaikan Ramadan: BEM Universitas OSO Pontianak Tutup Program Sosial dengan Sahur On The Road

16 Maret 2026 - 01:31 WIB

MAHASISWA UNIVERSITAS OSO PONTIANAK TUNTASKAN PROGRAM “MERAJUT KEBAIKAN” RAMADAN 1447 H: DARI PANTI ASUHAN HINGGA JALANAN KOTA PONTIANAK

15 Maret 2026 - 04:45 WIB

AKSI DAMAI HARI AL-QUDS INTERNASIONAL 2026 DI PONTIANAK: SERUAN SOLIDARITAS UNTUK KEMERDEKAAN PALESTINA

13 Maret 2026 - 16:12 WIB

Trending di Pontianak