Gagasankalbar.com – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Fransiskus Sibarani, mendorong terbangunnya sinergi yang kuat antara Pemerintah Daerah (Pemda), Perusahaan Umum Daerah (Perumda), dan sektor perbankan guna mempercepat pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kubu Raya.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Launching Core Business Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia Kabupaten Kubu Raya yang digelar di Kompleks Perkantoran Kabupaten Kubu Raya, Jalan Adi Sucipto, Sungai Raya, Rabu (17/6/2026).

Menurut Fransiskus, pelaku UMKM di Kubu Raya masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari minimnya pemahaman mengenai tata kelola keuangan, pengemasan produk yang menarik, hingga keterbatasan akses pasar. Karena itu, ia menilai diperlukan pembagian peran yang jelas antar lembaga agar UMKM dapat berkembang dan naik kelas.
“Satu sisi Pemda melakukan pendampingan, sementara peran Perumda ini adalah membuka akses pasar,” ujar Fransiskus.
Ia menilai potensi UMKM di Kubu Raya sangat besar dan memiliki peluang untuk bersaing di pasar yang lebih luas. Beberapa produk lokal bahkan dinilai telah memenuhi standar yang baik dan siap menembus pasar ekspor. Salah satunya adalah produk Serundeng Tiga Dara yang telah menunjukkan kualitas unggulan. Selain itu, potensi produk madu dari berbagai kecamatan di Kubu Raya juga dinilai memiliki prospek yang menjanjikan.
Fransiskus menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan UMKM terletak pada kepastian pasar. Dengan adanya akses pasar yang terbuka, para pelaku usaha akan terdorong untuk meningkatkan kapasitas produksi secara berkelanjutan. Kondisi tersebut juga diyakini akan menarik minat lembaga pembiayaan untuk memberikan dukungan modal usaha.
“Ujung-ujungnya dalam bisnis itu kan kalau ada pasar pasti produksi akan terus berjalan. Kalau produksi bisa berjalan secara sistem, maka lembaga pembiayaan pasti akan masuk,” katanya.
Lebih lanjut, Fransiskus mendorong agar penguatan UMKM tidak hanya mengandalkan dukungan perbankan daerah, tetapi juga melibatkan bank-bank nasional yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), seperti Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, dan Bank Negara Indonesia.
Menurutnya, kolaborasi antara Perumda, pemerintah daerah, dan perbankan nasional akan memberikan daya ungkit yang lebih besar dalam menggerakkan perekonomian daerah, khususnya melalui penguatan sektor UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
“Dukungan Bank Kalbar sudah jauh lebih besar dan justru waktunya kita dengan adanya Perumda ini melibatkan bank-bank nasional supaya kekuatan menggerakkan ekonomi daerah ini jauh lebih besar,” pungkasnya.














