Gagasankalbar.com – Fenty Noverita selaku Wakil Ketua Umum Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Kalimantan Barat, menyoroti angka anak putus sekolah di Provinsi Kalimantan Barat.
Jumlah anak putus sekolah sendiri di Kalimantan Barat pada tahun 2023, versi awal Kemdikbud adalah 1.202 anak dan data tahun ajaran 2023/2024 dalam Portal Kemendikbudristek adalah 2.548 anak. Jenjang SD menyumbang jumlah angka anak putus sekolah terbesar, yakni 1.324 anak. Kalimantan Barat juga termasuk dalam provinsi dengan angka putus sekolah tertinggi di Indonesia.
Penyebab utamanya adalah faktor ekonomi, sebagaimana menurut BPS, 76% keluarga mengakui bahwa karena alasan ekonomi lah anak mereka putus sekolah.
Untuk itu, Fenty Noverita menyatakan bahwa pemerintah harus bersinergi dalam berupaya menurunkan angka anak putus sekolah di Kalbar, sebab hal ini berkaitan erat dengan tingginya angka perkawinan anak.
“Karena faktor ekonomi dan akses pendidikan yang sulit, menyebabkan anak harus putus sekolah dan hal ini menjadi pemicu adanya perkawinan anak, karena menikah dijadikan sebagai solusi untuk meringankan beban ekonomi keluarga di beberapa tempat dan budaya”. Papar Fenty Noverita.
Fenty Noverita juga memaparkan solusi yang bisa diupayakan dalam rangka menurunkan angka anak putus sekolah, seperti perluasan cakupan program Kartu Indonesia Pintar dan lain sebagainya.
“Perluasan cakupan program seperti Kartu Indonesia Pintar, makanan bergizi gratis di sekolah untuk meringankan beban keluarga dan tentunya transportasi sekolah gratis, untuk daerah pedalaman atau pelosok adalah beberapa solusi yang bisa diupayakan,” papar Wakil Ketua Umum Bidang Pendidikan dan Kebudayaan KADIN Kalbar ini.
Fenty Noverita juga menambahkan “Beasiswa berbasis komunitas juga bisa menjadi solusi berikutnya, misalnya dari CSR perusahaan lokal,” terangnya.
Terakhir Fenty Noverita menyebutkan bahwa edukasi kepada keluarga juga menjadi sangat penting.
“Memberikan edukasi kepada keluarga juga menjadi bagian yang sangat penting, yakni memberikan gambaran kepada keluarga bahwa pendidikan lebih penting daripada pekerjaan jangka pendek, bahwa anak yang sekolah akan memiliki keterampilan yang lebih baik, yang membuat peluang kerja si anak semakin tinggi dan kemudian dapat menjadikan keluarga sejahtera,” tutup Fenty Noverita.









