Doa Bersama Pemuda Ketapang: Seruan Damai dan Evaluasi Kebijakan Publik - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
GMNI Pontianak Serukan Evaluasi Kebijakan Ketenagakerjaan Jelang May Day 2026 IMM Kota Pontianak Soroti Kesejahteraan Buruh Jelang Hari Buru Internasional 2026 Korban Tenggelam di Sungai Sambas Kecil Ditemukan Meninggal Dunia pada Hari Kedua Pencarian Bawaslu Kubu Raya dan STAKatN Pontianak Perkuat Pengawasan Partisipatif Presiden Mahasiswa Polnep Dilaporkan ke Polisi Usai Aksi Demo 8 April 2026 GMKI Pontianak Soroti Upah Layak hingga Perlindungan Buruh Jelang May Day 2026

Ketapang

Doa Bersama Pemuda Ketapang: Seruan Damai dan Evaluasi Kebijakan Publik

badge-check


					Doa Bersama Pemuda Ketapang: Seruan Damai dan Evaluasi Kebijakan Publik Perbesar

Gagasankalbar.com – Sejumlah organisasi kepemudaan lintas iman di Kabupaten Ketapang menggelar doa bersama di Taman Kedondong pada Senin malam (1/9). Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai organisasi, antara lain Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Gerakan Pemuda Ansor, Fatayat NU, Pemuda Katolik, Pemuda Theravada Indonesia, Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI), Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Acara dipandu oleh Dedy Candra dari Pemuda Katolik. Tujuh ketua OKP menyampaikan kata pengantar, yakni Erasmus Canaga Antutn (Pemuda Katolik), Riko Apriyanto (Pemuda Muhammadiyah), Tanaka Anggara Mukti (GP Ansor), Otto Win Aryant (PIKI), Lisa Febriati (Pemuda Theravada Indonesia), Nur Hasanah (Fatayat NU), dan Laili Maulidiyah (Nasyiatul Aisyiyah).

Suasana kegiatan semakin khidmat dengan pembacaan puisi oleh Veronica Ekavianti (Pemuda Theravada Indonesia), diikuti menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Dinda Andari (Nasyiatul Aisyiyah).

Pernyataan sikap dibacakan oleh Edyansyah dari Pemuda Muhammadiyah, sebelum peserta mengikuti doa lintas iman yang dipimpin oleh empat tokoh agama: Prodiakon Suparman (Katolik), Martidep (Buddha), Pendeta Ramos (Protestan), dan Mochtarudin (Islam). Acara ditutup dengan menyanyikan lagu “Padamu Negeri”, penutupan resmi, serta aksi bersih-bersih lokasi kegiatan.

Pernyataan Sikap

Dalam pernyataan sikapnya, organisasi kepemudaan lintas iman Ketapang menyampaikan:

  • -Simpati dan duka cita mendalam kepada korban demonstrasi di sejumlah daerah.
  • Desakan kepada Pemerintah Pusat dan DPR RI untuk mendengar aspirasi rakyat dan mengevaluasi kebijakan yang dinilai membebani masyarakat.
  • Permintaan peninjauan terhadap lembaga negara yang tidak efektif, serta pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset sebagai upaya pemberantasan korupsi.
  • Harapan agar Pemerintah Daerah dan DPRD Ketapang lebih responsif terhadap isu lokal dan meningkatkan pelayanan publik.
  • Ajakan kepada masyarakat untuk menjaga kondusivitas dalam menyampaikan aspirasi secara damai dan tanpa tindakan anarkis.
  • Penolakan terhadap isu-isu yang menyinggung SARA, serta seruan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
  • Imbauan kepada aparat TNI-Polri agar menjaga keamanan secara terukur dan tidak represif.
  • Instruksi kepada kader pemuda untuk aktif membangun ruang dialog, menjaga fasilitas umum, dan membantu masyarakat.

Edyansyah, Sekretaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Ketapang, menyebut kegiatan ini sebagai simbol nyata semangat Bhinneka Tunggal Ika. “Berbeda tapi tetap satu, semua saling menjaga dalam satu ikatan persaudaraan sebangsa dan setanah air. Harapannya gerakan ini bukan hanya sekali, tapi berkelanjutan,” ujarnya.

Ahmad Yani, Sekretaris DPD KNPI Ketapang, turut mengapresiasi inisiatif Pemuda Katolik. Ia menyebut kegiatan ini sebagai langkah awal memperkuat silaturahmi antarorganisasi kepemudaan lintas iman. “Melalui forum ini, kami juga berjumpa dengan teman-teman dari Patria, GAMKI, dan PIKI yang sebelumnya belum terakomodasi di KNPI. Setelah ini, kami siap membuka ruang bagi semua OKP untuk bergabung,” katanya. *(Ewok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Literasi sebagai Jalan Emansipasi: Refleksi dari TBM Sahabat Cita Khatulistiwa

21 April 2026 - 08:45 WIB

Diskusi Publik Literasi “Literasi Sebagai Pilar Generasi Emas Indonesia 2045” Sukses Terlaksana

20 April 2026 - 11:39 WIB

Kolaborasi Wakaf Al-Azhar dan Mitra Lokal Perkuat Literasi Al-Qur’an di Kalbar

13 April 2026 - 10:52 WIB

Pelantikan REI Ketapang–Kayong Utara 2025–2028 Dorong Ekonomi Daerah

13 April 2026 - 09:51 WIB

TBM Sahabat Cita Khatulistiwa Perkuat Generasi Muda Literasi dengan Membaca

12 April 2026 - 10:53 WIB

Trending di Ketapang