Gagasankalbar.com – Suasana Pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Ketapang masa khidmat 2025–2026 berlangsung di Gedung Bintang 9 PCNU Ketapang, Jumat (21/11/2025) malam. Kegiatan yang mengusung tema “Akselerasi Energi Baru Menuju PMII Ketapang Maju” itu dihadiri ratusan kader, alumni, serta tamu undangan dari berbagai elemen.
Pelantikan ini menjadi momentum konsolidasi internal sekaligus evaluasi arah gerakan PMII Ketapang ke depan dalam merespons dinamika sosial, politik, dan perkembangan global yang semakin cepat. Prosesi diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya, Syubbanul Wathan, dan Mars PMII. Pembacaan laporan panitia dan SK pelantikan mengantar pada prosesi baiat yang berlangsung khidmat sebagai simbol komitmen kader menjalankan nilai dzikrul fikr, dzikrul amal, serta pengabdian.
Ketua PC PMII Ketapang, Firmansyah, menegaskan perlunya percepatan gerakan organisasi. “PMII tidak boleh jalan di tempat. Pelantikan ini titik awal akselerasi energi baru untuk membawa PMII Ketapang lebih maju, terbuka, dan responsif terhadap persoalan masyarakat,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kader PMII harus berani mengambil peran strategis di ruang kampus, sosial, hingga inovasi digital. “Kita harus hadir sebagai aktor perubahan, bukan hanya pengamat,” katanya.
Kepala Bappeda Ketapang, Harto, S.E., yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Ketapang, menyampaikan apresiasi atas kontribusi pemikiran PMII. “PMII telah menunjukkan diri sebagai mitra pemerintah yang konstruktif. Kritik dan gagasan kader PMII merupakan bagian dari percepatan pembangunan daerah,” ujarnya. Pemerintah juga membuka ruang kolaborasi di bidang riset perguruan tinggi, pemberdayaan sosial, literasi digital, hingga pengembangan inovasi berkelanjutan.
Pelantikan tahun ini dirangkaikan dengan peringatan Harlah KOPRI ke-58 yang ditandai pemotongan tumpeng oleh Ketua KOPRI PC PMII Ketapang, Riska Ardiana Dian Septyani. “KOPRI adalah ruang keberdayaan perempuan. Kader harus berani tampil, memimpin, dan mengambil peran sosial tanpa kehilangan identitasnya,” kata Riska. Ia mendorong kader perempuan PMII untuk aktif dalam isu sosial, kemanusiaan, akademik, hingga sektor profesi.
Kegiatan ditutup dengan doa dan sesi foto bersama. Dengan komposisi pengurus baru, peluang kolaborasi pemerintah daerah, dan penguatan peran KOPRI, PMII Ketapang memasuki fase transformasi gerakan. Organisasi ini menegaskan komitmennya menghadirkan kader sebagai aktor perubahan sosial dan bagian dari kemajuan daerah. *(Ewok)










