Menu

Mode Gelap
Densus 88 Apresiasi Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Gelar “Refleksi Kebangsaan Ramadhan” Guna Tangkal Radikalisme Pemkab Kubu Raya Apresiasi Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Jadi Garda Terdepan Cegah Intoleransi dan Radikalisme Dukung Aturan Pemerintah Pusat Terkait Pembatasan Medsos Anak, Kesbangpol Kubu Raya Siap Kawal Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Prokrastinasi Akademik Mahasiswa: Lemahnya Self-Regulation dan Normalisasi Kebiasaan Menunda Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Sungai Ramah Kapuas Hulu ​Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Bendahara Umum PSI Kunjungi Sejumlah Pesantren

Kubu Raya

Alarm Pengkhianatan Demokrasi: HMI Kubu Raya Sebut Pilkada via DPRD Sebagai Langkah Mundur dan Mencederai Hak Rakyat

badge-check


					Alarm Pengkhianatan Demokrasi: HMI Kubu Raya Sebut Pilkada via DPRD Sebagai Langkah Mundur dan Mencederai Hak Rakyat Perbesar

Gagasankalbar.com – Wacana pengembalian sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ke tangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kini memicu gelombang kritik dari berbagai lapisan elemen sipil. Kebijakan yang diklaim sebagai solusi atas mahalnya biaya politik ini dinilai banyak pihak sebagai bentuk kemunduran demokrasi yang nyata.

Menyikapi hal tersebut, Bagas Anjaya, Fungsionaris Departemen PTKP HMI Cabang Kubu Raya, angkat bicara. Menurutnya, memindahkan mandat suara rakyat ke tangan segelintir elite di parlemen bukan sekadar persoalan teknis pemilu, melainkan upaya sistematis untuk menjauhkan rakyat dari kedaulatannya sendiri.

“Memaksa Pilkada kembali ke DPRD adalah langkah mundur yang sangat berbahaya. Ini ibarat kita sedang memutar jarum jam ke era otoriter, di mana suara rakyat hanya menjadi komoditas di atas meja transaksi para elite politik,” ujar Bagas dalam keterangan tertulisnya.

Pemerintah dan sejumlah fraksi di DPR berdalih bahwa pengembalian Pilkada ke DPRD bertujuan untuk menekan angka korupsi akibat politik uang yang tinggi dan menciptakan efisiensi anggaran. Namun, Bagas menilai alasan tersebut sangat tidak relevan dan terkesan mencari jalan pintas.

“Alasan efisiensi biaya dan pencegahan korupsi itu sangat mengada-ada. Masalah korupsi bukan terletak pada siapa yang memilih, tapi pada mentalitas aktor politik dan lemahnya sistem kaderisasi di internal partai. Jangan rakyat yang dikorbankan haknya hanya karena partai politik gagal mendidik kadernya agar tidak korup,” tegas Bagas.

HMI Cabang Kubu Raya juga menyoroti data dari para pakar hukum tata negara yang menyebutkan bahwa Pilkada oleh DPRD justru berpotensi menyuburkan politik transaksional di ruang tertutup. Jika selama ini rakyat bisa memantau kandidat secara terbuka, pemilihan oleh DPRD justru akan membuat proses “jual-beli” dukungan semakin tidak terkendali karena hanya melibatkan segelintir orang.

Mengutip kajian dari pakar hukum UGM dan Perludem, pengembalian sistem ini jelas menabrak putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 135/PUU-XXII/2024 yang menegaskan bahwa Pilkada adalah bagian dari pemilu yang harus melibatkan partisipasi langsung rakyat. Selain itu, legitimasi kepala daerah yang lahir dari DPRD diprediksi akan lemah karena mereka tidak memiliki ikatan emosional dan tanggung jawab langsung kepada masyarakat bawah, melainkan hanya tunduk pada instruksi pusat atau DPP partai yang sentralistik.

Alih-alih merombak sistem yang sudah berjalan, HMI Cabang Kubu Raya mengusulkan solusi yang lebih substantif dan membangun. Seharusnya pemerintah fokus pada penguatan regulasi dana kampanye dan perbaikan tata kelola partai politik.

“Solusinya jelas, yang harus dibenahi adalah partai politiknya dan integritas para aktornya. Perketat pengawasan dana kampanye, buat mekanisme seleksi calon yang transparan, dan berikan sanksi berat bagi pelaku politik uang. Bukan justru mematikan hak pilih rakyat yang sudah diperjuangkan sejak Reformasi,” pungkasnya.

Bagas Anjaya selaku PTKP HMI Cabang Kubu Raya akan terus mengawal isu ini. Ia mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap segala bentuk kebijakan yang berpotensi mencederai nilai-nilai demokrasi di tanah air.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Densus 88 Apresiasi Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Gelar “Refleksi Kebangsaan Ramadhan” Guna Tangkal Radikalisme

7 Maret 2026 - 17:22 WIB

Pemkab Kubu Raya Apresiasi Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Jadi Garda Terdepan Cegah Intoleransi dan Radikalisme

7 Maret 2026 - 17:17 WIB

Dukung Aturan Pemerintah Pusat Terkait Pembatasan Medsos Anak, Kesbangpol Kubu Raya Siap Kawal Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026

7 Maret 2026 - 17:11 WIB

Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Gelar Refleksi Kebangsaan Ramadhan

7 Maret 2026 - 14:54 WIB

Bawaslu Kubu Raya Awasi Pelaksanaan Coktas Triwulan I 2026 di Empat Kecamatan

6 Maret 2026 - 14:07 WIB

Trending di Kubu Raya