Gagasankalbar.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kalimantan tepatnya di Kabupaten Ketapang membawa dampak langsung kepada warga. Baitul Maal Merapi Merbabu (BM3) melalui inisiatif warga membuat program dalam merespons kebutuhan warga dengan memberikan insentif nutrisi kepada kelompok perempuan, ibu hamil dan menyusui serta balita.
Bersama Baitulmaal Saudara Seiman (BSS) dan rekan mitra lainnya Cinta Quran Foundation, Nizamia Andalusia dan Sahabat Cita Khatulistiwa kembali menyalurkan paket nutrisi di beberapa Desa/Kelurahan pada Sabtu tanggal 31 Oktober 2026.

Direktur Baitulmaal Saudara Seiman (BSS) Condro mengatakan pihaknya telah menyalurkan paket nutrisi kepada Ibu hamil sebanyak 3 orang, ibu menyusui sebanyak 36 paket dan balita sebanyak 83 paket dengan total penerima manfaat 122 orang, terangnya
Condro juga menambahkan untuk wilayah sasaran penerima manfaat meliputi 4 Kecamatan yakni Matan Hilir Selatan, Benua Kayong, Delta Pawan dan Muara Pawan, jelasnya
“Pemberian paket nutrisi ini adalah keberanjutan dari program sebelumnya kepada warga terdampak karhutla Kalimantan dengan berbagi air minum dan air bersih” tambah Condro
Sementara itu, Ketua Sahabat Cita Khatulistiwa Neng Marlina Efendi mengatakan sebagai lembaga literasi pihaknya memberikan perhatian untuk perlunya meningkatkan literasi kesehatan kepada kelompok perempuan dalam menghadapi karhutla melalui pemberian nutrisi yang sesuai standar kesehatan, ucapnya kepada media massa pada Minggu (1/11)
Kelompok perempuan dan balita menjadi sangat terdampak atas terjadinya Karhutla seperti gizi menurun, akses sir bersih yang sulit didapatkan serta gangguan pernapasan disebabkan asap yang tidak sehat dan berbahaya, tegasnya
Marlina menambahkan, paket nutrisi atau Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dibagikan kepada warga sudah memenuhi standar kecukupan gizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sesuai aturan Kementerian Kesehatan RI yang mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan untuk masyarakat indonesia.
“Angka Kecukupan Gizi (AKG) sebagai standar kebutuhan rata-rata zat gizi harian bagi masyarakat Indonesia berdasarkan umur, jenis kelamin, tingkat aktivitas fisik, dan kondisi fisiologis”, pungkas Marlina
Marlina juga menjelaskan, hadirnya lembaga filantropi yang sangat cepat merespon kebutuhan warga atas pemenuhan gizi di tengah Karhutla adalah sebagai bentuk tanggungjawab bersama, dalam upaya pencegahan stunting dan intervensi gizi spesifik kepada kelompok prioritas, harapnya
Nanik salah satu warga penerima manfaat di Desa Sungai Pelang Kecamatan Matan Hilir Selatan mengucapkan terima kasih kepada pada donatur dalam memberikan paket nutrisi ini yang sangat bermanfaat untuk balitanya. Semoga ada keberlanjutan program setelahnya yang kelompok prioritas dalam pemenuhan gizi ibu dan anak di pedesaan, tutupnya.

















Komentar ditutup.