Pontianak – Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini merilis data terbaru terkait kinerja ekonomi Indonesia pada akhir tahun 2024. Data tersebut menunjukkan tren positif baik dalam hal perdagangan maupun pengentasan kemiskinan.
Sektor Perdagangan
Nilai ekspor Indonesia pada Desember 2024 mencapai US23,46 miliar, meningkat 4,78% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun mengalami sedikit penurunan bulanan sebesar 2,24%, secara keseluruhan ekspor Indonesia pada tahun 2024 tercatat sebesar US264,70 miliar, naik 2,29% dibandingkan tahun 2023.
Sementara itu, nilai impor Indonesia pada Desember 2024 mencapai US$21,22 miliar, meningkat 8,10% secara bulanan dan 11,07% secara tahunan. Kenaikan impor ini didorong oleh meningkatnya permintaan domestik.
Dengan surplus perdagangan sebesar US2,24 miliar pada Desember 2024, Indonesia berhasil mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 56 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Total surplus neraca perdagangan Indonesia pada tahun 2024 mencapai US31,04 miliar.
Pengentasan Kemiskinan
Dalam rilis yang sama, BPS juga menyampaikan kabar baik terkait penurunan tingkat kemiskinan di Indonesia. Persentase penduduk miskin pada September 2024 tercatat sebesar 8,57%, turun dari angka sebelumnya.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa penurunan ini merupakan capaian yang signifikan. “Meskipun garis kemiskinan mengalami kenaikan, jumlah penduduk miskin justru berkurang sebesar 1,16 juta orang dibandingkan Maret 2024,” ujar Amalia.
Penurunan tingkat kemiskinan ini menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap pencapaian ini antara lain pertumbuhan ekonomi yang stabil, program-program pengentasan kemiskinan yang efektif, serta peningkatan daya beli masyarakat.
Selanjutnya, Pemerintah perlu terus berupaya mempertahankan momentum positif ini dengan memperkuat kebijakan-kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi secara berkala terhadap program-program pengentasan kemiskinan untuk memastikan efektivitasnya.










