Gagasankalbar.com — Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (PC Fatayat NU) Kota Pontianak menyelenggarakan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-III pada Rabu (24/12/2025) bertempat di Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Pontianak. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus, kader Fatayat NU se-Kota Pontianak, pengurus PW Fatayat NU Kalimantan Barat, serta Banom NU se-Kota Pontianak dan berbagai unsur undangan lainnya.
Konferensi Cabang merupakan forum musyawarah organisasi yang dilaksanakan secara periodik sebagai bagian dari mekanisme kelembagaan Fatayat NU di tingkat cabang. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan evaluasi pelaksanaan program kerja kepengurusan PC Fatayat NU Kota Pontianak periode 2020–2025, menyusun rekomendasi organisasi, serta memilih kepengurusan PC Fatayat NU Kota Pontianak untuk periode selanjutnya.
Ketua PC Fatayat NU Kota Pontianak periode 2020–2025, Marsuni dalam sambutannya menyampaikan bahwa Fatayat NU berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam pemberdayaan perempuan melalui penguatan nilai-nilai keagamaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan kegiatan sosial dan ekonomi. Menurutnya, peran perempuan yang berdaya memiliki kontribusi strategis dalam mendukung pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.
Ketua PW Fatayat NU Kalimantan Barat, Umi Marzuqoh mengapresiasi kinerja PC Fatayat NU Kota Pontianak selama satu periode kepengurusan. Ia menyampaikan bahwa Konferensi Cabang menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta melahirkan kepemimpinan yang mampu menjaga kesinambungan program dan soliditas kader di seluruh tingkatan.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin dalam sambutannya menyampaikan dukungan terhadap peran Fatayat NU sebagai salah satu elemen organisasi kemasyarakatan yang berkontribusi dalam pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya menjaga etika, kedewasaan, dan kebersamaan dalam berorganisasi, khususnya dalam menyikapi perbedaan pandangan yang muncul dalam proses musyawarah.
Ketua DPRD Kota Pontianak juga mengingatkan agar dinamika organisasi tidak disikapi secara emosional dan mengedepankan kepentingan bersama. Ia berharap kepemimpinan yang terpilih nantinya mampu merangkul seluruh anggota serta menjaga persatuan dan kekompakan organisasi. “Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam organisasi, namun harus dikelola dengan sikap saling menghargai dan tidak bersifat personal,” ujarnya.
Selain itu, Ketua DPRD Kota Pontianak mendorong agar Fatayat NU dapat memperkuat kerja sama dan sinergi lintas sektor dengan pemerintah daerah. “Fatayat NU diharapkan dapat bekerja sama dengan berbagai sektor di tatanan pemerintah daerah, sehingga program-program organisasi dapat berjalan selaras dengan kebijakan dan arah pembangunan Kota Pontianak,” tambahnya.
Melalui pelaksanaan Konferensi Cabang ke-III ini, PC Fatayat NU Kota Pontianak diharapkan dapat terus meningkatkan kontribusinya dalam penguatan sumber daya manusia, khususnya perempuan, serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sosial kemasyarakatan di Kota Pontianak.










