Ditekan Mundur PBNU, Gus Yahya Klarifikasi Isu Israel dan Tegaskan Komitmen untuk Palestina - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
LAZISMU Masjid At-Tanwir Santuni Fakir Miskin dan Salurkan Subsidi Sembako Murah Hari Kedua Pencarian, Tim SAR Gabungan Temukan Korban Sampan Motor Terbalik di Teluk Pakedai PC IPNU Kubu Raya Mulai Resah, Desak Kepastian Kongres IPNU Tim SAR Gabungan Cari Korban Hilang Akibat Sampan Terbalik Saat Memancing di Sungai Laut Tanjung Bunga Demokrasi di Tengah Bayang-Bayang Transaksi Politik Polresta Pontianak Ungkap Peredaran 1.562 Butir Ekstasi, Satu Tersangka Diamankan

Nasional

Ditekan Mundur PBNU, Gus Yahya Klarifikasi Isu Israel dan Tegaskan Komitmen untuk Palestina

badge-check


Sumber foto : gusyahya.id Perbesar

Sumber foto : gusyahya.id

Gagasankalbar.com – Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya angkat suara terkait isu kedekatannya dengan Israel yang kembali mencuat setelah risalah Rapat Harian Syuriah PBNU beredar. Ia menegaskan tidak pernah membela Israel dan seluruh langkahnya, termasuk kunjungan pada 2018, justru dilakukan untuk kepentingan Palestina.

Dalam keterangannya di Surabaya, Minggu (23/11/2025) dini hari, Gus Yahya mengaku pernah datang ke Yerusalem pada 2018 dan bertemu sejumlah pejabat Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

“Saya itu tahun 2018 sudah pernah pergi ke Israel, saya bertemu Netanyahu, Presiden Israel, dan berbagai elemen di sana. Saya datang ke sini demi Palestina. Itu saya nyatakan di semua kesempatan,” ujarnya.

Gus Yahya menilai isu soal dirinya dibesar-besarkan dan cenderung menyerang. Ia mengingatkan bahwa para pengurus NU sudah mengetahui rekam jejaknya saat memilihnya sebagai Ketua Umum dalam Muktamar 2021.

“Cabang-cabang dan PWNU memilih saya. Mereka tahu saya pernah ke Israel, mereka tahu sikap saya,” katanya.

Menurutnya, komitmennya terhadap Palestina tegas dan tidak berubah. “Saya terang-terangan dan tegas di berbagai forum di Yerusalem, bahkan di depan Netanyahu, bahwa saya datang demi Palestina. Saya nggak akan pernah berhenti dengan posisi itu,” tegasnya.

Isu internal PBNU memanas setelah beredar risalah Rapat Harian Syuriah PBNU yang digelar Kamis (20/11) di Jakarta dan diikuti 37 dari 53 pengurus. Risalah yang ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar itu memuat keputusan yang meminta Gus Yahya mengundurkan diri dari jabatan Ketum PBNU dalam waktu tiga hari.

Jika tidak mengundurkan diri, rapat memutuskan untuk memberhentikan Gus Yahya dari jabatan tersebut.

Keputusan itu didasarkan pada tiga poin, salah satunya terkait kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU) yang dinilai telah mengundang narasumber yang terkait jaringan Zionisme internasional. Kegiatan tersebut dianggap bertentangan dengan nilai serta ajaran PBNU dan dinilai mencemarkan nama baik organisasi. *(Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tokoh Muda dan Pengusaha Bahas Masa Depan HIPMI di Surabaya

21 Mei 2026 - 22:41 WIB

Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya Bersilaturahmi ke Kediaman Hubabah Annisa Alhaddad

14 Mei 2026 - 09:24 WIB

Dukung Krakatau Steel, GMNI Minta Pemerintah Lindungi Industri Baja Nasional

13 Mei 2026 - 11:23 WIB

DPC GMNI Pontianak Serukan Satu Komando Pasca Rekonsiliasi Bali

12 Mei 2026 - 22:08 WIB

Rifki Nizami Desak MPR RI Tindak Tegas Juri LCC 4 Pilar di Kalbar

12 Mei 2026 - 01:16 WIB

Trending di Nasional