Digital Detox Community: IMM Kalbar Soroti Negara Abai, Anak Jadi Korban - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Kohati Cabang Pontianak: Kecam Keras Kekerasan Verbal terhadap Akuntan Difabel di SPPG Arang Limbung MTQ ke-XII Kubu Raya Resmi Dibuka, Derahman Legislator PPP Soroti Peran LPTQ soal Prestasi Wagub Kalbar Dukung KKM dan Sekolah Politik Pemuda Katolik, Siap Buka Kegiatan Ketua Pemuda Katolik Kubu Raya Kecam Keras Pernyataan JK, Desak Permintaan Maaf HMI Kubu Raya Soroti Kasus Dugaan Penghinaan Disabilitas, Minta Penegakan Hukum Tegas Bawaslu Kalbar Hadirkan Pojok Pengawasan di Perpustakaan Daerah, Perkuat Literasi Demokrasi

Berita Kalbar

Digital Detox Community: IMM Kalbar Soroti Negara Abai, Anak Jadi Korban

badge-check


					Digital Detox Community: IMM Kalbar Soroti Negara Abai, Anak Jadi Korban Perbesar

GAGASANKALBAR.COM – Di tengah derasnya arus digitalisasi, Kalimantan Barat justru mencatat ironi paling pahit: ratusan anak menjadi korban kekerasan seksual setiap tahun. Dan celakanya, pornografi digital menjadi pintu masuk utama kekerasan itu terjadi. Melihat kondisi ini, DPD IMM Kalimantan Barat melalui kegiatan Digital Detox Community menyatakan: negara, masyarakat, bahkan keluarga telah terlalu lama membiarkan generasi muda berperang sendirian di ruang digital yang brutal.(03/08)

 

Kegiatan yang digelar pada Minggu, 3 Agustus 2025 di 1/2 Kopitiam ini bukan sekadar diskusi biasa. Forum ini adalah bentuk perlawanan dari generasi muda terhadap kelumpuhan kolektif kita dalam melindungi anak-anak dari paparan pornografi dan kejahatan seksual.

 

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan himbauan moral. Kita butuh sistem yang hadir, kebijakan yang tajam, dan kesadaran publik yang agresif. Anak-anak bukan objek eksploitasi, dan kita harus hentikan ini sekarang juga,” tegas Khold Afani, S.E, Sekretaris Umum DPD IMM Kalbar.

 

IMM Kalbar menggugat minimnya regulasi dan pengawasan terhadap media sosial, lemahnya literasi digital keluarga, serta sikap permisif banyak institusi terhadap pornografi sebagai “urusan privat”. Sementara itu, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa akses anak terhadap konten pornografi semakin muda dan semakin brutal, ditambah kehadiran teknologi AI dan grup-grup tertutup yang mempercepat distribusi.

 

“Bicara soal pornografi bukan lagi tabu. Diam itu justru kriminal. Karena selama kita diam, ada anak yang dilukai hari ini,” ungkap M. Farras Zhafran, S.T, Ketua DPD IMM Kalbar Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat.

 

Para narasumber dan penggagas sepakat: tanpa gerakan kolektif, anak-anak akan terus menjadi korban—bukan hanya korban pelaku, tetapi korban dari sistem yang gagal.

 

IMM Kalbar menyerukan lahirnya komunitas perlawanan digital, tempat anak muda bisa saling edukasi, membangun benteng kesadaran, dan menciptakan ekosistem yang sehat secara psikologis dan spiritual.

 

IMM Kalbar tidak sedang mencari panggung. Kami sedang membunyikan alarm. Sudah terlalu lama kita diam. Sudah terlalu banyak anak yang dirusak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wagub Kalbar Dukung KKM dan Sekolah Politik Pemuda Katolik, Siap Buka Kegiatan

15 April 2026 - 17:32 WIB

Bawaslu Kalbar Hadirkan Pojok Pengawasan di Perpustakaan Daerah, Perkuat Literasi Demokrasi

15 April 2026 - 17:20 WIB

Pemuda Katolik Kalbar Dukung Langkah Hukum PP Laporkan Jusuf Kalla

13 April 2026 - 17:10 WIB

FOMDA Kalbar Dorong Peran Pemuda Tingkatkan IPM Melalui Layanan Kesehatan

9 April 2026 - 05:13 WIB

Mahasiswa BEM KB Untan Gelar Aksi di DPRD Kalbar, Desak Penuntasan Kasus Kekerasan Aparat

7 April 2026 - 14:05 WIB

Trending di Berita Kalbar