Digital Detox Community: IMM Kalbar Soroti Negara Abai, Anak Jadi Korban - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Sinergi DPD REI Kalbar, Kemenkum, dan DJP: Dorong Pengembang Properti Tertib Hukum dan Pajak Sinergi BPS dan REI Kalbar, Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Kolaborasi REI–PLN Dinilai Kunci Sukses Program 3 Juta Rumah di Kalbar Meksiko Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan atas Afrika Selatan Imbas Kenaikan BBM Non-subsidi Diduga Picu Pertalite SPBU Nusa Asia Wonodadi Langka, Bupati Kubu Raya Angkat Bicara Bawaslu Kubu Raya Perkuat Jaringan Pengawasan Partisipatif Perempuan Bersama Nasyiatul Aisyiyah

Berita Kalbar

Digital Detox Community: IMM Kalbar Soroti Negara Abai, Anak Jadi Korban

badge-check


Digital Detox Community: IMM Kalbar Soroti Negara Abai, Anak Jadi Korban Perbesar

GAGASANKALBAR.COM – Di tengah derasnya arus digitalisasi, Kalimantan Barat justru mencatat ironi paling pahit: ratusan anak menjadi korban kekerasan seksual setiap tahun. Dan celakanya, pornografi digital menjadi pintu masuk utama kekerasan itu terjadi. Melihat kondisi ini, DPD IMM Kalimantan Barat melalui kegiatan Digital Detox Community menyatakan: negara, masyarakat, bahkan keluarga telah terlalu lama membiarkan generasi muda berperang sendirian di ruang digital yang brutal.(03/08)

 

Kegiatan yang digelar pada Minggu, 3 Agustus 2025 di 1/2 Kopitiam ini bukan sekadar diskusi biasa. Forum ini adalah bentuk perlawanan dari generasi muda terhadap kelumpuhan kolektif kita dalam melindungi anak-anak dari paparan pornografi dan kejahatan seksual.

 

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan himbauan moral. Kita butuh sistem yang hadir, kebijakan yang tajam, dan kesadaran publik yang agresif. Anak-anak bukan objek eksploitasi, dan kita harus hentikan ini sekarang juga,” tegas Khold Afani, S.E, Sekretaris Umum DPD IMM Kalbar.

 

IMM Kalbar menggugat minimnya regulasi dan pengawasan terhadap media sosial, lemahnya literasi digital keluarga, serta sikap permisif banyak institusi terhadap pornografi sebagai “urusan privat”. Sementara itu, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa akses anak terhadap konten pornografi semakin muda dan semakin brutal, ditambah kehadiran teknologi AI dan grup-grup tertutup yang mempercepat distribusi.

 

“Bicara soal pornografi bukan lagi tabu. Diam itu justru kriminal. Karena selama kita diam, ada anak yang dilukai hari ini,” ungkap M. Farras Zhafran, S.T, Ketua DPD IMM Kalbar Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat.

 

Para narasumber dan penggagas sepakat: tanpa gerakan kolektif, anak-anak akan terus menjadi korban—bukan hanya korban pelaku, tetapi korban dari sistem yang gagal.

 

IMM Kalbar menyerukan lahirnya komunitas perlawanan digital, tempat anak muda bisa saling edukasi, membangun benteng kesadaran, dan menciptakan ekosistem yang sehat secara psikologis dan spiritual.

 

IMM Kalbar tidak sedang mencari panggung. Kami sedang membunyikan alarm. Sudah terlalu lama kita diam. Sudah terlalu banyak anak yang dirusak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sinergi DPD REI Kalbar, Kemenkum, dan DJP: Dorong Pengembang Properti Tertib Hukum dan Pajak

12 Juni 2026 - 19:51 WIB

Sinergi BPS dan REI Kalbar, Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

12 Juni 2026 - 19:45 WIB

Kolaborasi REI–PLN Dinilai Kunci Sukses Program 3 Juta Rumah di Kalbar

12 Juni 2026 - 19:37 WIB

Pod Getar Diduga Narkoba Jenis Baru Marak Beredar di Kalbar, Sasar Kalangan Anak Muda

10 Juni 2026 - 00:04 WIB

IMABA KALBAR Gelar Pelatihan Kebendaharaan, Dorong Tata Kelola Keuangan Organisasi yang Transparan, Akuntabel, dan Profesional

8 Juni 2026 - 11:39 WIB

Trending di Berita Kalbar