Ustaz Das’ad Latif Kritik Pemblokiran Rekening Pasif oleh PPATK - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Kohati Cabang Pontianak: Kecam Keras Kekerasan Verbal terhadap Akuntan Difabel di SPPG Arang Limbung MTQ ke-XII Kubu Raya Resmi Dibuka, Derahman Legislator PPP Soroti Peran LPTQ soal Prestasi Wagub Kalbar Dukung KKM dan Sekolah Politik Pemuda Katolik, Siap Buka Kegiatan Ketua Pemuda Katolik Kubu Raya Kecam Keras Pernyataan JK, Desak Permintaan Maaf HMI Kubu Raya Soroti Kasus Dugaan Penghinaan Disabilitas, Minta Penegakan Hukum Tegas Bawaslu Kalbar Hadirkan Pojok Pengawasan di Perpustakaan Daerah, Perkuat Literasi Demokrasi

Sorotan Nasional

Ustaz Das’ad Latif Kritik Pemblokiran Rekening Pasif oleh PPATK

badge-check


					Sumber foto : https://infopublik.id/kategori/nusantara/786692/tablig-akbar-hut-ke-24-rohul-pemkab-datangkan-ustaz-das-ad-latif Perbesar

Sumber foto : https://infopublik.id/kategori/nusantara/786692/tablig-akbar-hut-ke-24-rohul-pemkab-datangkan-ustaz-das-ad-latif

GagasanKalbar.com – Dai kondang asal Sulawesi Selatan, Ustaz Das’ad Latif, menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemblokiran rekening pasif yang diberlakukan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, Kamis (7/8/2025), ia mengungkapkan bahwa rekeningnya yang digunakan untuk pembangunan masjid diblokir karena tidak aktif selama tiga bulan.

“Saya datang ke bank mau bayar besi dan semen untuk pembangunan masjid, tapi ternyata rekening saya diblokir karena tidak aktif tiga bulan,” ujarnya, dikutip dari Suryamalang.

Ustaz Das’ad mempertanyakan logika di balik kebijakan tersebut. Menurutnya, aturan ini bertentangan dengan kampanye pemerintah yang mendorong masyarakat untuk menabung. “Namanya menabung, ya disimpan duitnya. Kalau harus diambil terus, lebih baik simpan di dompet.” tegasnya.

Ia juga meminta para pejabat negara lebih bijak dalam menyusun kebijakan publik, khususnya yang menyangkut pengelolaan keuangan masyarakat. “Apa gunanya kalian sekolah tinggi-tinggi ke luar negeri, digaji oleh negara, lalu kebijakannya justru menyusahkan masyarakat?” tegasnya, sebagaimana diberitakan Viva.co.id.

Das’ad menegaskan, kritiknya bukan bentuk perlawanan, melainkan masukan konstruktif. “Kepada pemerintah, ini jangan dianggap sebagai teror atau lawan. Anggaplah sebagai masukan untuk memperbaiki sistem pengelolaan keuangan negara. Saya yakin kalau niatnya baik, pasti Allah tunjukkan jalan yang baik,” ucapnya, dikutip dari MSN Indonesia.

Kebijakan pemblokiran rekening dormant oleh PPATK menuai polemik. Meski dimaksudkan untuk mencegah penyalahgunaan rekening oleh pelaku kejahatan finansial, pelaksanaannya dinilai meresahkan dan kurang komunikatif. PPATK menyatakan proses pembukaan kembali rekening yang diblokir telah diserahkan kepada pihak perbankan sejak awal Agustus 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Karhutla Berulang di Konsesi Korporasi: 1.351 Titik Api Ungkap Kegagalan Penegakan Hukum

3 April 2026 - 04:37 WIB

Kader Muhammadiyah Siap Songsong Civil Society 5.0 2050

28 Oktober 2025 - 14:28 WIB

GMKI Melawi : Kecam Brutalitas Polisi Tewaskan Ojol

29 Agustus 2025 - 17:10 WIB

Kebijakan kenaikan PBB-P2 tanpa sosialisasi memicu gejolak sosial. Pemda diminta transparan dan bertahap dalam menetapkan tarif

15 Agustus 2025 - 07:42 WIB

Ilustrasi Pajak

Film “Merah Putih: One For All” Dituding Gunakan Aset 3D Tanpa Izin, Kreator Asal Pakistan Angkat Bicara

13 Agustus 2025 - 06:31 WIB

One For All
Trending di Sorotan Nasional