LIMAS Soroti Penolakan Pasien BPJS di RSUD SSMA: Dugaan Diskriminasi dan Pembiaran - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Australia Taklukkan Turki 2-0 di Penyisihan Grup D Piala Dunia 2026 Skotlandia Amankan Tiga Poin Perdana, Taklukkan Haiti 1-0 di Grup C Piala Dunia 2026 Polsek Belitang Hilir Bongkar Arena Sabung Ayam di Dusun Beruduk Qatar Selamat dari Kekalahan, Tahan Imbang Swiss 1-1 di Grup B Brasil Ditahan Imbang Maroko 1-1 di Laga Perdana Grup C Piala Dunia 2026 Zuri Hotel Management Himpun 600 Kantong Darah

Nasional

LIMAS Soroti Penolakan Pasien BPJS di RSUD SSMA: Dugaan Diskriminasi dan Pembiaran

badge-check


LIMAS Soroti Penolakan Pasien BPJS di RSUD SSMA: Dugaan Diskriminasi dan Pembiaran Perbesar

Gagasankalbar.com – Seorang pasien peserta BPJS asal Parit To Adik, Desa Pal 9, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, diduga mendapat perlakuan diskriminatif saat menjalani proses pengobatan di RSUD Sultan Syarif Mohammad Alkadrie (SSMA) Pontianak. Peristiwa ini mengundang sorotan dari Lumbung Informasi Masyarakat (LIMAS), yang menyebut ada indikasi pembiaran penanganan medis terhadap pasien dalam kondisi darurat.

Ketua Umum LIMAS Syafarahman, dalam siaran persnya menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan dari Mahmudin, pendamping pasien, terkait kronologi peristiwa memilukan yang dialami pasien pengguna kartu BPJS tersebut.

“Pasien sempat ditangani di ruang IGD. Namun ketika mengalami kekambuhan dan membutuhkan penanganan lebih lanjut, petugas medis menolak dengan alasan belum ada persetujuan tertulis dari pihak keluarga untuk rawat inap,” kata Mahmudin.

Ia menyebut, saat itu keluarga pasien belum sempat tiba di rumah sakit, sehingga proses administratif belum bisa dilengkapi. Sementara kondisi pasien yang memburuk tidak mendapat penanganan lanjutan.

“Permintaan kami agar pasien segera ditangani justru ditolak oleh petugas IGD, yang beralasan bahwa hal itu merupakan prosedur rumah sakit. Bahkan saat kami minta agar pasien dipindahkan ke RS Bhayangkara, tidak disediakan ambulans oleh pihak rumah sakit,” ujar Mahmudin.

Menanggapi kejadian ini, Syafarahman mengecam keras tindakan pelayanan yang dinilai tidak manusiawi terhadap pasien yang berada dalam kondisi gawat darurat.

“Kami menduga ada unsur kesengajaan dan diskriminasi terhadap pasien pengguna BPJS. Ini bukan soal administrasi, ini soal nyawa manusia,” ujar Syafarahman.

Ia menambahkan, rumah sakit tidak seharusnya menjadikan aturan internal sebagai dalih untuk menolak penanganan medis terhadap pasien dalam kondisi darurat, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

“Kami belum pernah membaca ada pasal yang melarang tenaga medis memberikan pertolongan pertama kepada pasien hanya karena belum ada persetujuan keluarga atau belum terisi formulir,” ujarnya.

LIMAS juga meminta Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Direktur RSUD Sultan Syarif Mohammad Alkadrie dan seluruh jajaran pelayanan IGD.

“Kami juga mendesak pimpinan BPJS Kesehatan Kalimantan Barat mengevaluasi sistem pelayanan yang kerap menyulitkan pasien. Jangan hanya mengutip iuran, tapi tidak ada perbaikan pelayanan di lapangan,” tambahnya.

Akibat tidak mendapat layanan yang layak, pasien akhirnya dirujuk ke rumah sakit lain. Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Sultan Syarif Mohammad Alkadrie belum memberikan klarifikasi resmi atas dugaan tersebut. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bigetron Melaju ke Grand Final MPL ID Season 17, Tumbangkan Geek Fam 4-1 dan Amankan Tiket MSC 2026

13 Juni 2026 - 10:41 WIB

Gugatan Polri di Bawah Kementerian Dicabut, Pemohon Percaya Tim Reformasi Polri

4 Juni 2026 - 08:39 WIB

Tokoh Muda dan Pengusaha Bahas Masa Depan HIPMI di Surabaya

21 Mei 2026 - 22:41 WIB

Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya Bersilaturahmi ke Kediaman Hubabah Annisa Alhaddad

14 Mei 2026 - 09:24 WIB

Dukung Krakatau Steel, GMNI Minta Pemerintah Lindungi Industri Baja Nasional

13 Mei 2026 - 11:23 WIB

Trending di Nasional