Gagasankalbar.com — Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kubu Raya, Immada Ichsani, mengungkapkan bahwa hingga saat ini seluruh sekolah Muhammadiyah di wilayah Kubu Raya belum mendapatkan manfaat dari program makan bergizi gratis yang digagas pemerintah.
“Saat ini semua sekolah Muhammadiyah di Kubu Raya belum menerima manfaat program ini. Kami memahami program ini masih berjalan bertahap, tetapi penting bagi pemerintah untuk memastikan pemerataan agar tidak ada anak yang tertinggal hanya karena status sekolahnya. Muhammadiyah siap menjadi mitra dalam pelaksanaannya,” ujar Immada Ichsani.
Ia menegaskan bahwa program makan bergizi gratis memiliki dampak signifikan bagi peserta didik, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. “Program ini sangat penting, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Banyak anak datang ke sekolah tanpa sarapan yang cukup, sehingga bantuan gizi dari negara bisa berdampak langsung pada semangat dan prestasi belajar mereka,” tambahnya.
Menurutnya, semangat program tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang dipegang oleh Muhammadiyah, yakni kepedulian sosial dan komitmen mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, ia berharap pemerintah dapat memperluas jangkauan program agar benar-benar inklusif dan menyentuh semua kalangan pendidikan.
“Kami, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, berharap pemerintah menjalankan program ini secara adil dan inklusif. Jangan hanya fokus pada sekolah negeri, tapi juga sekolah swasta yang banyak menampung siswa dari keluarga sederhana, termasuk sekolah-sekolah Muhammadiyah. Pemerintah perlu membuka ruang kolaborasi agar pelaksanaannya lebih merata dan tepat sasaran,” tutupnya.
Program makan bergizi gratis menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Namun, harapan agar program ini menjangkau seluruh lapisan pendidikan, termasuk sekolah swasta seperti Muhammadiyah, masih menjadi perhatian utama masyarakat dan para pemangku kepentingan pendidikan di daerah.









