Gagasankalbar.com – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pontianak melaksanakan Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah yang digelar di Al Maun Center Panti Asuhan Tunas Melati Pontianak, Sabtu (20/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan panjang Muhammadiyah dalam menebar manfaat bagi umat dan bangsa.
Acara tersebut dihadiri oleh Walikota Pontianak yang diwakili oleh Irwan Prayito, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat Slamet Riyanto, Ketua PDM Kota Pontianak Musa, Ketua Panti Asuhan Tunas Melati M. Yusuf, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Kalimantan Barat Wagiyem, serta jajaran pimpinan organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah dan pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah se-Kota Pontianak.
Resepsi Milad diisi dengan taushiyah oleh Faozan Amar, Wakil Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam taushiyahnya, Faozan menegaskan bahwa pada usia ke-113 tahun, Muhammadiyah harus terus menebar manfaat untuk kesejahteraan bangsa.
“Bagi Muhammadiyah, di usia yang ke-113 ini harus terus menebar manfaat untuk kesejahteraan bangsa. Hal ini sebagaimana digambarkan dalam Surah Ibrahim ayat 24, tentang perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya menjulang ke langit,” ujar Faozan.
Ia menjelaskan, tafsir ayat tersebut mengandung makna mendalam bagi gerakan Muhammadiyah. Pertama, Kalimat Tayyibah yang dimaknai sebagai kalimat tauhid “Lā ilāha illallāh” menjadi dasar keimanan. Muhammadiyah hingga kini istiqamah sebagai organisasi keagamaan yang menjaga akidah umat melalui dakwah amar ma’ruf nahi munkar.
Kedua, Sajarotin Thoyyibatin atau pohon yang baik, yang memiliki tiga ciri utama. Pertama, akar yang kuat menghujam ke bumi, bermakna Muhammadiyah sebagai organisasi harus kokoh, tidak mudah goyah, serta mampu tumbuh dan diterima di mana pun berada. Kedua, cabang yang menjulang ke langit, melambangkan amal saleh yang terus dipersembahkan kepada Allah dan diwujudkan dalam menebar kebaikan bagi seluruh umat manusia. Ketiga, buah yang berbuah setiap waktu, sebagai simbol manfaat keimanan dan amal saleh yang terus mengalir tanpa henti atas izin Allah.
“Sebagaimana matahari yang senantiasa terbit memberi manfaat untuk semua, Muhammadiyah harus terus berjuang membantu sesama tanpa mengenal waktu,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Faozan juga mengingatkan agar Muhammadiyah dan seluruh Amal Usahanya terus maju dengan menghindari tiga hal yang disebutnya sebagai 3K, yakni konflik, korupsi, dan kolot. “Solusinya juga dengan 3K, yaitu kompak, kreatif, dan komunikatif dalam menjalankan amanah, baik di Persyarikatan maupun Amal Usaha Muhammadiyah,” ujar Faozan.
Sementara itu, Wakil Ketua PWM Kalimantan Barat Slamet Riyanto menyampaikan bahwa dari Teologi Al Maun, Muhammadiyah melahirkan tiga pilar utama, yaitu pendidikan, kesehatan, dan sosial. Pilar-pilar tersebut menjadi ciri khas gerakan Muhammadiyah dalam melayani umat dan masyarakat luas.
Perwakilan Walikota Pontianak, Irwan Prayito, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Muhammadiyah. “Berbanggalah menjadi warga Muhammadiyah, karena begitu banyak manfaat yang telah diberikan kepada masyarakat,” tuturnya.
Ketua PDM Kota Pontianak Musa dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah ini juga dirangkaikan dengan Peresmian Masjid Al Maun dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Tunas Melati, serta Peletakan Batu Pertama pembangunan Gedung MartMu.
Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah ini diharapkan semakin menguatkan komitmen Persyarikatan Muhammadiyah di Kota Pontianak untuk terus bergerak, berkhidmat, dan menebar kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan negara.









