Gagasankalbar.com — Memperingati Milad KOHATI dan KAHMI ke-60 tahun, KOHATI HMI Cabang Pontianak melaksanakan kegiatan sosialisasi terkait pembatasan penggunaan gawai pada anak. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi bersama KPAD Kota Pontianak, KPID Kalimantan Barat, dan Forhati Kota Pontianak.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Peran Masyarakat Dalam Implementasi Pembatasan Gawai Pada Anak Dalam Upaya Pencegahan Kekerasan Pada Anak di Kota Pontianak” dan dilaksanakan pada 25 September 2026 di 1/2 Kopitiam, Jl. Sepakat II, Kota Pontianak.

Kegiatan tersebut mengangkat isu perlindungan anak di tengah perkembangan teknologi digital, khususnya terkait penggunaan gawai pada anak. Sosialisasi menghadirkan dua pemateri dari KPAD Kota dan KPID Kalimantan Barat yang memberikan pemahaman kepada peserta mengenai penggunaan media digital secara bijak serta pentingnya pengawasan dan pendampingan terhadap anak di ruang digital.
Sekitar 50 peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Sosialisasi berlangsung dalam suasana interaktif dengan pembahasan mengenai tantangan digital parenting dan dampak penggunaan gawai terhadap anak. Peserta diajak untuk melihat bahwa penggunaan gawai tidak hanya memberikan manfaat, tetapi juga memiliki risiko apabila tidak disertai pengawasan dan pendampingan yang tepat.
Ketua Umum KOHATI HMI Cabang Pontianak, Siti Halizah menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan dan kolaborasi yang terjalin dengan berbagai pihak.
“Alhamdulillah, sosialisasi hari ini berjalan lancar dan diikuti peserta yang cukup ramai, sekitar 50 orang. Kegiatan ini dilaksanakan memperingati Milad KOHATI dan Milad KAHMI ke-60 tahun, berkolaborasi bersama KPAD Kota Pontianak, KPID Kalbar, dan Forhati Kota Pontianak,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap isu digital parenting mulai terbangun. Penggunaan gawai pada anak perlu menjadi perhatian bersama karena tanpa pengawasan, ruang digital dapat menghadirkan berbagai risiko bagi anak.
“Selama sesi berlangsung, terlihat jelas bahwa kesadaran kita terhadap isu digital parenting ini sudah mulai terbangun. Kita menyepakati bahwa gawai ibarat pisau bermata dua; jika tidak diawasi, bisa menjadi pintu masuk berbagai bentuk kekerasan terhadap anak,” jelasnya.
Ia juga menilai kolaborasi antara KOHATI, KPAD Kota Pontianak, KPID Kalbar, dan Forhati Kota Pontianak menjadi bagian penting dalam membangun kepedulian bersama terhadap perlindungan anak.
“Kolaborasi luar biasa dengan KPAD Kota, KPID Kalbar, dan Forhati Kota hari ini adalah bukti nyata bahwa mencegah kekerasan pada anak membutuhkan kerja kolektif,” lanjutnya.
Di akhir, Ketua Umum KOHATI HMI Cabang Pontianak berharap peserta yang mengikuti kegiatan dapat membawa pengetahuan yang diperoleh dan menerapkannya di lingkungan masing-masing.
“Harapan saya sebagai Ketua Umum Kohati Cabang Pontianak, para peserta yang hadir hari ini bisa pulang menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing, berani menegur, dan proaktif menciptakan ruang bermain di dunia nyata yang lebih sehat bagi anak-anak kita,” tutupnya.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Milad KOHATI dan KAHMI ke-60 tahun, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi serta membangun kolaborasi dalam meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan anak di tengah perkembangan teknologi digital.

















Komentar ditutup.