Gagasankalbar.com– Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memaksa sekolah mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke rumah. Namun, kebijakan tersebut menghadirkan tantangan, mulai dari keterbatasan perangkat hingga rendahnya keikutsertaan siswa.
Yoga Wisnu Dewanta, guru SMK 1 Muhammadiyah Kubu Raya, mengatakan hanya sekitar 60-70 persen siswa yang mengikuti kegiatan belajar dari rumah, termasuk saat menggunakan Google Meet.

“Kendala utamanya kesiapan guru menyiapkan proses pembelajaran yang efektif. Keikutsertaan siswa hanya sekitar 60 sampai 70 persen, tidak semua bergabung saat Google Meet,” kata Yoga saat ditemui, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, persoalan tersebut juga berkaitan dengan perangkat yang digunakan siswa. Meski seluruh siswa memiliki telepon seluler, sejumlah perangkat tidak mendukung aplikasi yang dibutuhkan untuk mengikuti kegiatan belajar maupun mengirimkan tugas.
“Seluruh siswa memiliki HP, namun ada beberapa HP yang tidak support untuk mengikuti seperti Google Meet dan mengirim tugas via Google Drive dan sejenisnya,” ujarnya.
Keterbatasan perangkat bukan satu-satunya persoalan. Guru juga harus menyesuaikan cara menyampaikan materi agar dapat dipahami siswa tanpa interaksi langsung di dalam kelas.
“Dalam penyampaian materi cukup sulit dan saya rasa siswa pun tidak mudah untuk paham ketika belajar melalui daring,” kata Yoga.
Sementara itu, dari sisi fasilitas sekolah, tidak terdapat kendala khusus. Jaringan Wi-Fi dinilai aman dan ruangan yang tersedia juga dapat digunakan guru untuk melaksanakan kegiatan belajar.
“Tidak ada kendala khusus dari sekolah, jaringan Wi-Fi aman dan ruangan pun nyaman. Tinggal guru memilih ruangannya masing-masing,” jelasnya.
Yoga berharap kondisi kabut asap segera berakhir sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara normal. Jika kondisi udara belum memungkinkan untuk kembali belajar penuh di sekolah, ia berharap dapat dipertimbangkan sistem belajar terbatas.
“Harapannya semoga kabut asap segera dihentikan walaupun tidak hujan. Kalau boleh anak belajar di sekolah setengah hari saja dengan memakai masker saat pergi sekolah,” pungkasnya.

















Komentar ditutup.