Breaking News

Pontianak

Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, PW Fatayat NU Kalbar dan PTA Pontianak Siapkan Sinergi Program Berbasis Literasi Hukum

badge-check

PW Fatayat NU Kalimantan Barat bersama jajaran Pengadilan Tinggi Agama Pontianak dalam audiensi dan silaturahmi untuk memperkuat sinergi program literasi hukum, perlindungan perempuan dan anak, serta ketahanan keluarga di Kalimantan Barat. Perbesar

PW Fatayat NU Kalimantan Barat bersama jajaran Pengadilan Tinggi Agama Pontianak dalam audiensi dan silaturahmi untuk memperkuat sinergi program literasi hukum, perlindungan perempuan dan anak, serta ketahanan keluarga di Kalimantan Barat.

Gagasankalbar.com – Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kalimantan Barat melakukan audiensi dan silaturahmi dengan Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Pontianak, Selasa (13/10/2026), bertempat di Aula PTA Pontianak.

Rombongan PW Fatayat NU Kalimantan Barat dipimpin langsung oleh Ketua PW Fatayat NU Kalbar, Umi Marzuqoh, SE., ME., didampingi Ketua Fordaf, Luthfiah, M.Pd., serta Sekretaris Bidang Hukum dan Advokasi, Ainur Ratu, SH., MH. Rombongan diterima oleh Ketua PTA Pontianak, Dr. Candra Boy Seroza, S.Ag., M.Ag., bersama Panitera PTA Pontianak, Dr. Siti Amanah, SH., MH., dan jajaran.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua PW Fatayat NU Kalbar, Umi Marzuqoh, menyampaikan bahwa PTA Pontianak dan Fatayat NU memiliki ruang kolaborasi yang sangat strategis, khususnya dalam membangun kesadaran hukum masyarakat, memperkuat perlindungan perempuan dan anak, serta mewujudkan ketahanan keluarga.

Menurutnya, Fatayat NU memiliki jaringan kader perempuan yang tersebar hingga tingkat kabupaten/kota dan akar rumput. Potensi tersebut dapat menjadi kekuatan sekaligus mitra strategis dalam menyampaikan edukasi dan literasi hukum kepada masyarakat.

Sebagai bentuk konkret kolaborasi, PW Fatayat NU Kalbar menawarkan sejumlah program, di antaranya penguatan literasi hukum keluarga bagi kader Fatayat, Gerakan Fatayat Sadar Hukum untuk mencegah perkawinan anak dan kekerasan dalam rumah tangga, edukasi hak-hak perempuan dan anak pascaperceraian, pelatihan kader sebagai penggerak kesadaran hukum, serta forum dialog dan kajian bersama terkait persoalan perempuan, anak, dan ketahanan keluarga.

Umi Marzuqoh menegaskan bahwa kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada hubungan silaturahmi antarlembaga, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Barat.

“Fatayat NU ingin hadir bukan hanya sebagai organisasi perempuan yang bergerak dalam bidang sosial dan keagamaan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun masyarakat yang sadar hukum, melindungi perempuan, dan memastikan masa depan anak-anak Indonesia lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PTA Pontianak, Dr. Candra Boy Seroza, S.Ag., M.Ag., menyambut baik kunjungan dan silaturahmi PW Fatayat NU Kalimantan Barat. Ia menilai Fatayat NU sebagai organisasi perempuan di lingkungan Nahdlatul Ulama memiliki peran strategis dalam membantu memberikan edukasi dan literasi hukum, khususnya bagi kaum perempuan.

Ia berharap pertemuan tersebut dapat melahirkan sinergi program yang berkesinambungan, dengan melibatkan struktur organisasi Fatayat NU mulai dari tingkat Pimpinan Wilayah hingga Pimpinan Cabang.

Salah satu program yang dinilai penting untuk disosialisasikan kepada kader Fatayat NU adalah layanan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Online, yang memungkinkan masyarakat, khususnya perempuan, mengakses layanan maupun memperoleh informasi dari pengadilan secara lebih mudah tanpa dibatasi jarak dan wilayah.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Ketua PTA Pontianak menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menyiapkan draf Nota Kesepahaman (MoU) sebagai payung hukum bagi pelaksanaan program dan kegiatan bersama PW Fatayat NU Kalimantan Barat.

Pertemuan ini menjadi langkah awal yang positif dalam membangun kemitraan kelembagaan antara PTA Pontianak dan PW Fatayat NU Kalbar. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan literasi hukum hingga ke tingkat akar rumput, sekaligus memperkuat keberpihakan terhadap perlindungan perempuan, anak, dan ketahanan keluarga.

Melalui sinergi ini, Fatayat NU Kalbar meneguhkan komitmennya untuk terus bergerak: Berdaya, Berdampak, dan Mendunia, dengan menghadirkan gerakan perempuan yang tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga nyata manfaatnya bagi masyarakat.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

HMI Pontianak Desak Pemkot Bertindak Tegas, Evaluasi Dampak Pengaturan Angkutan di Jembatan Kapuas I

14 Okt 2026 - 02:56 WIB

HMI Pontianak Desak Pemkot Bertindak Tegas, Evaluasi Dampak Pengaturan Angkutan di Jembatan Kapuas I

Hazilina Kembangkan Model SIBER-PULIH untuk Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak di Ruang Digital

13 Okt 2026 - 01:58 WIB

Hazilina Kembangkan Model SIBER-PULIH untuk Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak di Ruang Digital

HMI Pontianak Soroti Dugaan Intimidasi Ketua IMM, Desak Kebebasan Berpendapat Dilindungi

11 Okt 2026 - 05:22 WIB

HMI Pontianak Soroti Dugaan Intimidasi Ketua IMM, Desak Kebebasan Berpendapat Dilindungi

Hampir Dua Bulan Ditutup, CFD Pontianak Kembali Dipadati Warga

7 Okt 2026 - 00:27 WIB

Hampir Dua Bulan Ditutup, CFD Pontianak Kembali Dipadati Warga

Parkir di Trotoar Saat CFD, Dishub Pontianak Mulai Tempel Stiker Peringatan

7 Okt 2026 - 00:24 WIB

Parkir di Trotoar Saat CFD, Dishub Pontianak Mulai Tempel Stiker Peringatan
Trending di Pontianak