Gagasankalbar.com – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kubu Raya menggelar diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Karhutla, Tanggung Jawab Siapa?” di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalimantan Barat, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan yang menjadi rangkaian Milad ke-114 Muhammadiyah tersebut membahas tanggung jawab berbagai pihak dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang berdampak terhadap lingkungan, kesehatan, dan aktivitas masyarakat di Kalimantan Barat.

Ketua Umum Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kubu Raya, Eny Safitri, mengatakan pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, bukan hanya pemerintah.
“Jangan sampai kita hanya sibuk membahas karhutla ketika api sudah membesar dan asap mulai mengganggu masyarakat. Yang paling penting adalah bagaimana memperkuat pencegahan, membangun kesadaran, dan memastikan setiap pihak menjalankan tanggung jawabnya,” ujar Eny.
Menurut dia, persoalan karhutla perlu ditangani melalui langkah pencegahan, pengawasan, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya pembakaran lahan yang tidak terkendali.
Pemerintah memiliki tanggung jawab dalam kebijakan, pengawasan, dan penegakan aturan. Sementara itu, masyarakat dan pelaku usaha juga perlu berperan aktif dalam menjaga lingkungan serta mencegah terjadinya kebakaran.
“Karhutla adalah persoalan bersama, tetapi setiap pihak juga memiliki tanggung jawab sesuai peran dan kewenangannya. Kita perlu memastikan upaya pencegahan berjalan, bukan hanya bergerak setelah kebakaran terjadi,” katanya.
Dampak karhutla tidak hanya berupa kerusakan lingkungan, tetapi juga kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat, kegiatan belajar, transportasi, hingga aktivitas ekonomi warga.
Karena itu, keterlibatan organisasi kemasyarakatan dan pelajar dinilai penting untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan serta mendorong kesadaran bersama mengenai bahaya karhutla.
Melalui FGD tersebut, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kubu Raya berharap diskusi dapat mendorong kolaborasi berbagai pihak dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, khususnya di Kalimantan Barat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-114 Muhammadiyah sekaligus momentum untuk mendorong kontribusi organisasi dalam merespons persoalan lingkungan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.











Komentar ditutup.