Breaking News

Pontianak

Bedah Buku Sejarah HMI Cabang Pontianak, Momentum Milad ke-67 untuk Merawat Ingatan dan Identitas Kader

badge-check

Kegiatan bedah buku Sejarah HMI Cabang Pontianak dalam rangka milad ke-67 HMI Cabang Pontianak di Graha HMI Cabang Pontianak, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan penulis buku, Khamsyahurrahman, serta dihadiri Ketua Umum HMI Cabang Pontianak dan sejumlah mantan ketua umum. Perbesar

Kegiatan bedah buku Sejarah HMI Cabang Pontianak dalam rangka milad ke-67 HMI Cabang Pontianak di Graha HMI Cabang Pontianak, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan penulis buku, Khamsyahurrahman, serta dihadiri Ketua Umum HMI Cabang Pontianak dan sejumlah mantan ketua umum.

Gagasankalbar.comk – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pontianak menggelar bedah buku Sejarah HMI Cabang Pontianak dalam rangka memperingati milad ke-67 HMI Cabang Pontianak. Kegiatan tersebut berlangsung di Graha HMI Cabang Pontianak, Sabtu (17/10/2026), sebagai upaya memperkuat pemahaman kader terhadap sejarah dan perjalanan organisasi.

Ketua Umum HMI Cabang Pontianak, Aby Raihan, dalam sambutannya menekankan pentingnya bagi setiap kader untuk memahami sejarah organisasi, termasuk perjalanan HMI Cabang Pontianak dari masa ke masa.

Menurut Aby, pemahaman sejarah merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran identitas dan tanggung jawab kader terhadap keberlanjutan organisasi. Ia menilai, kader perlu mengetahui asal-usul serta dinamika perjalanan cabang agar tidak kehilangan keterhubungan dengan nilai dan perjuangan para pendahulu.

“Sebagai kader HMI, kita perlu mengetahui sejarah organisasi, termasuk bagaimana HMI Cabang Pontianak tumbuh dan berkembang. Akan sangat disayangkan apabila kader tidak mengenal asal-usul organisasinya sendiri. Karena itu, melalui kegiatan bedah buku ini, kita ingin membuka kembali ruang belajar dan berdiskusi bersama penulisnya secara langsung,” ujar Aby.

Kegiatan tersebut menghadirkan Kanda Khamsyahurrahman, penulis buku Sejarah HMI Cabang Pontianak, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menceritakan proses penyusunan buku yang dimulai ketika dirinya masih menjadi pengurus HMI Cabang Pontianak pada periode kepengurusannya.

Ia menjelaskan, penyelesaian buku tersebut menjadi salah satu target yang ingin dituntaskan selama masa kepengurusan. Namun, proses penulisannya tidak lepas dari berbagai tantangan dan keterbatasan fasilitas. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan upayanya untuk menyelesaikan buku yang merekam perjalanan sejarah HMI Cabang Pontianak.

Khamsyahurrahman juga menekankan bahwa buku sejarah tersebut perlu diperbarui dan direvisi agar tetap relevan dengan perkembangan organisasi. Menurutnya, perjalanan HMI Cabang Pontianak terus berlanjut sehingga dokumentasi sejarah perlu dikembangkan secara berkala untuk merekam dinamika organisasi dari satu periode ke periode berikutnya.

“Buku ini disusun ketika saya masih menjadi pengurus, dengan target agar dapat diselesaikan pada masa kepengurusan tersebut. Dalam prosesnya tentu ada tantangan dan keterbatasan fasilitas. Namun, hal itu tidak menjadi alasan untuk menghentikan penyusunannya. Ke depan, buku ini perlu direvisi dan dikembangkan agar dapat mencatat perjalanan HMI Cabang Pontianak hingga periode sekarang,” demikian inti penyampaian Khamsyahurrahman.

Bedah buku tersebut turut dihadiri sejumlah mantan Ketua Umum HMI Cabang Pontianak, yakni Kanda Kasiono, Kanda Ahmad Fauzi, dan Kanda Juni Wardana. Kehadiran para alumni tersebut menjadi bagian dari ruang dialog antargenerasi untuk membahas pentingnya menjaga kesinambungan sejarah dan pemikiran organisasi.

Dalam kesempatan itu, Kanda Kasiono menyampaikan pentingnya membangun tradisi penulisan dan kajian sejarah di lingkungan HMI. Ia menilai, organisasi membutuhkan kader yang memiliki perhatian terhadap sejarah agar perjalanan, pemikiran, serta gagasan para pendahulu dapat terdokumentasi dan dipelajari oleh generasi berikutnya.

Ia juga menyinggung sosok Agussalim Sitompul sebagai salah satu sejarawan HMI yang karya dan pemikirannya masih menjadi rujukan dalam memahami perjalanan organisasi. Menurut Kasiono, semangat tersebut perlu diteruskan dengan menumbuhkan minat kader untuk mendalami sejarah dan menghasilkan tulisan yang dapat memperkaya khazanah intelektual HMI.

Melalui kegiatan bedah buku ini, HMI Cabang Pontianak tidak hanya berupaya mengenalkan kembali perjalanan organisasinya, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya literasi, diskusi, dan dokumentasi sejarah di kalangan kader.

Peringatan milad ke-67 tersebut menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan organisasi sekaligus memperkuat kesadaran bahwa sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan sumber pembelajaran bagi kader dalam melanjutkan perjuangan HMI pada masa mendatang.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

104 Lulusan FIKPsi UM Pontianak Siap Hadapi Dunia Kerja

16 Okt 2026 - 23:50 WIB

104 Lulusan FIKPsi UM Pontianak Siap Hadapi Dunia Kerja

72 Mahasiswa Hukum UM Pontianak Yudisium, Tiga Lulusan Raih IPK Tertinggi

16 Okt 2026 - 23:47 WIB

72 Mahasiswa Hukum UM Pontianak Yudisium, Tiga Lulusan Raih IPK Tertinggi

HMI Pontianak Desak Pemkot Bertindak Tegas, Evaluasi Dampak Pengaturan Angkutan di Jembatan Kapuas I

14 Okt 2026 - 02:56 WIB

HMI Pontianak Desak Pemkot Bertindak Tegas, Evaluasi Dampak Pengaturan Angkutan di Jembatan Kapuas I

Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, PW Fatayat NU Kalbar dan PTA Pontianak Siapkan Sinergi Program Berbasis Literasi Hukum

14 Okt 2026 - 02:30 WIB

Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, PW Fatayat NU Kalbar dan PTA Pontianak Siapkan Sinergi Program Berbasis Literasi Hukum

Hazilina Kembangkan Model SIBER-PULIH untuk Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak di Ruang Digital

13 Okt 2026 - 01:58 WIB

Hazilina Kembangkan Model SIBER-PULIH untuk Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak di Ruang Digital
Trending di Pontianak