Oleh: Velina Rahmadanis
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia
Universitas Muhammadiyah Malang

Gagasankalbar.com – Persuasi merupakan bentuk komunikasi yang secara sadar bertujuan memengaruhi sikap, pikiran, keyakinan, maupun tindakan seseorang melalui penggunaan bahasa yang meyakinkan. Dalam ranah promosi produk perawatan kulit atau skincare, unsur persuasi memegang peranan penting untuk menarik perhatian konsumen, menumbuhkan kepercayaan, meyakinkan konsumen terhadap kualitas produk, hingga mendorong mereka melakukan pembelian. Peran persuasi tidak terbatas pada penyampaian informasi mengenai spesifikasi produk secara kaku, tetapi juga membangun kesan bahwa produk yang ditawarkan merupakan solusi yang tepat untuk menjawab berbagai persoalan dan kebutuhan kulit konsumen sehari-hari.
Ketika wacana promosi bergeser ke ruang digital seperti Instagram, penggunaan bahasa persuasif menjadi strategi utama untuk membentuk persepsi positif di benak khalayak. Produsen lokal tidak hanya memaparkan fungsi dasar produk, tetapi juga merancang narasi yang menggambarkan kondisi ideal yang diidamkan oleh target pasar, seperti kulit wajah yang sehat, cerah, bercahaya, halus, serta terbebas dari berbagai masalah kulit. Penggunaan pilihan kata yang bersifat direktif dan menggugah, seperti “miliki”, “dapatkan”, “coba sekarang”, “kulit impian”, hingga frasa “tampil percaya diri”, menunjukkan bahwa bahasa iklan dirancang untuk mengarahkan dan memengaruhi keputusan konsumen. Melalui strategi tersebut, teks promosi berpeluang lebih besar untuk menarik perhatian publik dan meningkatkan minat beli.
Bahasa dan Bentuk Persuasi
Wacana persuasif yang terdapat dalam berbagai materi promosi skincare lokal di media sosial menunjukkan sejumlah karakteristik khas. Salah satu ciri utamanya adalah penggunaan kata ajakan yang mendorong pembaca untuk melakukan tindakan nyata, seperti “Yuk, coba sekarang!”, “Dapatkan produkmu sekarang!”, “Jangan lewatkan kesempatan ini!”, hingga “Segera miliki kulit impianmu!”. Selain itu, wacana ini banyak mengandalkan kata-kata yang membangun keyakinan dan kepercayaan konsumen, seperti “tepercaya”, “aman”, “teruji”, “alami”, “efektif”, dan “berkualitas”. Karakteristik lainnya terlihat pada penggunaan klaim positif yang menggambarkan keunggulan serta manfaat produk untuk memenuhi kebutuhan kulit, misalnya melalui pernyataan bahwa produk dapat “membantu membuat kulit tampak lebih cerah, sehat, dan glowing”.
Di samping itu, wacana promosi skincare juga kental dengan penggunaan bahasa emosional yang diarahkan pada perasaan, suasana hati, serta kepercayaan diri konsumen, seperti ajakan untuk “tampil lebih percaya diri dengan kulit yang sehat”. Penggunaan istilah kecantikan populer, seperti glowing, glass skin, skin barrier, brightening, anti-aging, hingga acne-free, turut membangun citra produk yang modern dan menarik.
Bentuk persuasi yang diterapkan dalam teks promosi dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori. Pertama, persuasi imperatif, yaitu persuasi yang menggunakan perintah atau ajakan secara langsung, seperti “Coba sekarang dan rasakan manfaatnya!” serta “Jangan lewatkan promo spesial hari ini!”. Kedua, persuasi emosional, yakni persuasi yang dirancang untuk menyentuh aspek psikologis, perasaan, keinginan, maupun kepercayaan diri konsumen, misalnya melalui tuturan “Tampil lebih percaya diri dengan kulit sehat setiap hari”. Ketiga, persuasi rasional, yaitu persuasi yang mendasarkan argumennya pada alasan logis, manfaat nyata, data pendukung, atau keunggulan formula produk, seperti kalimat “Diformulasikan dengan bahan aktif yang membantu menjaga skin barrier”. Keempat, persuasi sugestif, yaitu persuasi yang berupaya membentuk persepsi konsumen agar memandang produk sebagai pilihan yang sesuai dengan kebutuhannya. Hal ini dapat terlihat melalui ungkapan “Ini saatnya kamu mendapatkan kulit impianmu”.
Penerapan Persuasi pada Jenama Lokal
Untuk meneliti dan mengidentifikasi unsur persuasif dalam teks promosi, diperlukan sejumlah indikator yang komprehensif. Indikator tersebut meliputi ajakan, kalimat perintah, kata-kata positif, klaim keunggulan, klaim manfaat, bahasa emosional, testimoni atau bukti penggunaan, penciptaan kesan urgensi, penawaran khusus, serta penggunaan istilah kecantikan. Berbagai indikator tersebut dapat ditemukan dalam teks promosi sejumlah jenama lokal di Instagram. Ragam penamaan inovatif, seperti penggunaan istilah skin barrier pada produk G2G Mugwort Acne Gel Mask, bright skin pada G2G Double Bright Day Cream, triple acid complex pada G2G Exfoliating Acne Pads, hingga quad-action acne defense pada G2G Acne Drying Lotion, menunjukkan variasi wacana promosi yang dibangun untuk menarik perhatian konsumen.
Pola penggunaan strategi kebahasaan serupa juga ditemukan pada berbagai jenama lain, seperti Scora, Harlette, Emina, Facetology, Pigeon Teens, Viva Cosmetics, Somethinc, Npure, hingga Scarlett. Masing-masing jenama











Komentar ditutup.